Milad Ke-46 MUI, Siapkan Tiap Keputusan Bisa Dibuka di Aplikasi

0
179
Kantor Majelis Ulama Indonsia (MUI). (MUI.or.id)

KLIKMU.CO – Senin hari ini (26/7/2021) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tepat berusia 46 tahun. Di usia yang tak lagi muda ini, MUI telah memberikan kontribusi bagi keislaman dan keindonesiaan.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan bahwa ke depan dakwah dan ukhuwah bersifat paralel. “Selain bisa mengajak umat untuk berislam yang baik, MUI juga dapat menjadi sarana membangun dan merekatkan ukhuwah umat,” ujarnya dikutip dari laman MUI.or.id, Ahad (25/7/2021).

Misalnya, Komisi Dakwah dan Ukhuwah bakal menawarkan program-program baru. Program itu akan berbasis digitalisasi. Menurutnya, ke depan semua teks keputusan MUI dan info MUI bisa dibuka di aplikasi.

Dia menjelaskan, agenda kerja itu merupakan program Komisi Dakwah MUI yang berkesinambungan. Sementara itu, program pengiriman dai ke daerah tertinggal dan daerah terpencil sementara ini terkendala karena pandemi ini.

“Maka, yang bisa kita lakukan adalah membina para dai setempat melalui webinar kepada mereka,” ucap Cholil.

Dakwah, menurut Cholil, dapat dilakukan secara lisan juga dengan melakukan beberapa upgrading. Saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, berbagai kegiatan bisa dilaksanakan dengan mudah dan murah. Contohnya, mengirimkan pesan-pesan melalui upgrading per wilayah, bahkan kabupaten-kota.

“Kita ke NTB, Papua, di Jabodetabek, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Bekasi, Tangerang. Kita bisa lakukan melalui webinar, itu yang sifatnya lisan,” ucap dia.

Lebih jauh, ulama asal Madura ini menjelaskan, MUI juga melakukan berbagai kegiatan. Misalnya, memberikan intensif kepada para dai di kala pandemi Covid-19.

Selain itu, MUI terus mendorong agar mushola-mushola tetap aktif untuk menyampaikan dakwahnya serta memaksimalkan penggunaan dana infak-sedekah kepada umat. “Itu yang sifatnya konkret karena sekarang semuanya tercurahkan pada bagaimana menanggulangi pandemi ini,” ucap Cholil.

MUI juga terus bekerja keras agar umat bisa bersatu. Caranya, menyatukan pemahaman dan bisa saling mengerti. MUI juga memberi perhatian khusus tentang hoaks yang memecah belah umat.

Terakhir, Cholil menjelaskan beberapa hal yang dilakukan MUI. Antara lain melakukan afirmasi dan advokasi. Mulai bagaimana investasi miras bisa digagalkan oleh MUI, bagaimana berkenaan dengan tutup masjid selama PPKM darurat, serta bisa digagalkan oleh MUI.

Selain itu, MUI terus bekerja meluruskan umat dengan beberapa advokasi tentang kebijakan-kebijakan. Apa yang dilakukan MUI itu telah membuat organisasi yang berisi kumpulan ulama ini tidak menjadi menari gading dan membanggakan umat.

“Kita langsung terjun. Sekarang MUI tidak hanya mengeluarkan fatwa, tapi sekarang juga ada Gerakan Nasional (Gernas) MUI untuk penanganan Covid-19,” terang dia. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here