Muhammadiyah Dirikan Posko di NTT, 1.500 Jiwa Sudah Terima Manfaat

0
1384
Kerusakan akibat banjir bandang di salah satu kawasan permukiman di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (TAGANA FLORES TIMUR FOR TIMOR EXPRESS)

KLIKMU.CO – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) langsung tanggap atas bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di sebagian besar NTT dan NTB, Senin (5/4). Dikoordinasi Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Adonara Timur, MDMC mendirikan pos pelayanan di SMA Muhammadiyah Lamahala, Adonara Timur, Kabupaten Flores, NTT.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan menyebutkan bahwa pihaknya mengirimkan dana bantuan kepada relawan Muhammadiyah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Relawan Muhammadiyah itu membantu para pengungsi. Misalnya, memberikan lilin di pengungsian karena listrik mati, membagikan makanan bagi korban banjir, mendirikan pos pengungsian, serta mendistribusikan obat-obatan.

“Selain itu, di Lembata, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembata juga kami minta segera melakukan respons. Mereka mendirikan pos pelayanan,” kata Budi.

Hingga Selasa (6/4/2021), jumlah penerima manfaat dari Pos Pelayanan Muhammadiyah tercatat mencapai 1.500 jiwa.

Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto menambahkan, pihaknya segera menindaklanjuti informasi awal dari Flores Timur. “Sore ini kami langsung menugaskan satu orang anggota tim asistensi MDMC PP Muhammadiyah, Chairil Anam, untuk berangkat ke NTT guna mengoordinasikan dan membantu respons yang akan dilaksanakan oleh unsur Muhammadiyah setempat,” katanya.

Menurut Indrayanto, langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan MDMC dalam merespons bencana di berbagai daerah di Indonesia. “Kami biasanya mengirim tim pendahulu yang kami sebut tim asistensi. Dari hasil kerja awal tim asistensi ini nantinya diambil langkah-langkah lanjutan yang diperlukan, apakah cukup dengan mengoordinasi potensi lokal Muhammadiyah atau memerlukan dukungan yang lebih besar,” ungkapnya.

Di samping itu, MDMC juga akan mendirikan pos pelayanan di Kupang. Kebutuhan mendesak saat ini antara lain logistik makanan, air bersih, air mineral, pakaian, selimut, pembalut, tenda/terpal, matras/tikar, obat-obatan, BBM terutama minyak tanah, alat penerangan berupa lilin dan senter, sumber daya relawan, dan tim medis.

Diminta Tetapkan Bencana Nasional

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena meminta pemerintah untuk segera menetapkan status bencana nasional di NTT. Sebab, kerusakan terjadi secara merata di seluruh daerah NTT. ”Melihat skala kerusakan, dapat dipastikan seluruh daerah se-NTT terdampak. Korban jiwa dan kerusakan sedemikian hebat. Kami meminta bencana di NTT ini bisa menjadi bencana nasional,” tutur Melkiades, Senin (5/4/2021).

Dengan peningkatan status itu, ia menilai pemulihan daerah bisa lebih cepat dan optimal. Pemerintah pusat bisa lebih mudah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk penyaluran bantuan dan perbaikan sosial, ekonomi, serta kesehatan.

Selain itu, peran pemerintah pusat diperlukan khususnya untuk memastikan agar persebaran Covid-19 tidak makin parah di daerah terdampak bencana. ”Kami juga berharap pemerintah pusat bisa membantu memastikan tidak ada penularan Covid-19 atau penyakit lainnya pascabencana,” jelasnya. (Yusuf/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here