Muhammadiyah Telah Kumpulkan Dana Rp 32 Miliar bagi Palestina

0
212
Bantuan Lazismu untuk warga Palestina. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Muhammadiyah hingga kini berhasil mengumpulkan dana Rp 32.185 miliar bagi korban agresi militer di Palestina. Pimpinan Pusat Muhammadiyah pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan wilayah, ortom, majelis, lembaga, cabang, ranting, PCIM/PCIA, serta seluruh anggota persyarikatan dan simpatisan yang telah mendonasikan hartanya untuk dana kemanusiaan Palestina.

“Alhamdulillah, Lazismu telah melaporkan kepada PP Muhammadiyah bahwa telah terkumpul dana kemanusiaan untuk Palestina Rp 32.185 miliar sebagai wujud dari partisipasi dan komitmen Muhammadiyah, termasuk di dalamnya Aisyiyah, kekuatan, dan unsur persyarikatan serta amal usaha Muhammadiyah untuk membela Palestina dari agresi dan tindakan sewenang-wenang zionis Israel,” terang Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (5/6/2021).

Menurut Haedar, penggalangan bantuan itu merupakan bentuk manifestasi dari pembelaan terhadap pentingnya sebuah bangsa untuk hidup bebas di tanah airnya sendiri. Termasuk bagi rakyat Palestina.

Haedar menuturkan, pembelaan Muhammadiyah terhadap rakyat Palestina senapas dengan perjuangan rakyat Indonesia sebagai bangsa yang pernah dijajah puluhan tahun yang mengakibatkan penderitaan yang teramat panjang.

Di samping itu, Muhammadiyahturut mengapresiasi langkah pemerintah RI yang telah bertindak tegas terhadap zionis Israel.

“Kami juga sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada lapisan masyarakat yang telah memiliki jiwa semangat dan komitmen yang tinggi untuk dana kemanusiaan Palestina dan kemanusiaan lainnya yang selama ini selalu menjadi bagian panggilan Al Maun yang menjadi ideologi dan teologi gerakan Muhammadiyah untuk kemanusiaan semesta,” paparnya.

Haedar menyebut dana sebesar itu akan disalurkan dengan sebaik-baiknya. “Dengan dana 32 miliar lebih, tentu Muhammadiyah berkomitmen agar penyalurannya betul-betul amanah, good governance, dan juga diperuntukkan atas program jangka panjang dan strategis bagi bangsa Palestina,” ujarnya.

“Insyaallah lewat Lazismu dan Muhammadiyah Aid, persyarikatan akan mengelola dana ini dengan sebaik-baiknya,” imbuh guru besar UMY tersebut.

Terakhir, Haedar juga berharap setelah ini seluruh bagian di persyarikatan, dari tingkat wilayah sampai ranting serta AUM, PCIM/PCIA DAPAY, memulai lagi dan menggerakkan dana dakwah untuk kemanusiaan bagi program di dalam negeri.

Muhammadiyah , terang Haedar, harus terus hadir bagi kepentingan mengangkat harkat derajat dan martabat masyarakat yang masih duafa dan mustadafin serta masyarakat luas yang masih membutuhkan peran pemberdayaan.

“Saatnya kita tunjukkan bahwa dana dakwah dan dana kemanusiaan untuk kepentingan pemberdayaan dan kemajuan masyarakat, khususnya kelompok duafa dan mustadafin, sama pentingnya dengan dana kemanusiaan bagi Palestina, Rohingnya, dan dana kemausiaan di tingkat internasinal,” tuturnya.

“Saatnya menggerakkan potensi dan komitmen untuk dana dakwah dan dana kemanusiaan persyarikatan yang berbasis Al-Maun untuk membebaskan dan memajukan umat di negeri tercinta,” pungkas Haedar. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here