Muncul Wacana Pembubaran MUI, PAN: Itu Berlebihan!

0
114
Gedung MUI Pusat. (MUI.or.id)

KLIKMU.CO – Densus 88 Polri menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustadz Farid Okbah, Ustadz Anung Al Ahmat dan anggota dewan fatwa MUI nonaktif Ustaz Zain An-Najah, yang telah ditetapkan sebagai tersangka teroris. Muncul wacana di media sosial tentang narasi yang menyerukan MUI dibubarkan saja. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pun tak sepakat dengan itu.

“Saya kira tuntutan itu (pembubaran MUI) berlebihan. MUI ini penting sekali untuk bangsa dan negara. Kontribusinya banyak untuk menjaga umat dan nilai-nilai luhur agama bagi kehidupan kita bermasyarakat,” kata Zulkifli Hasan kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Zulhas, sapaan Zulkifli, menyebut MUI secara logika harus dijaga jika ada yang bermasalah di dalam organisasi masyarakat Islam tersebut. “Jika ada yang bermasalah di dalamnya, justru logic-nya MUI harus kita jaga bersama,” kata Zulhas.

Soal anggota komisi Fatwa MUI yang terlibat terorisme, Zulhas menegaskan bangsa Indonesia menolaknya dan berkomitmen memerangi terorisme. “Kalau itu [terorisme] jelas kita lawan. Jangan sampai masyarakat dirugikan dan stabilitas keamanan negara kita terganggu. Definisi dan batasannya saja yang harus diperjelas, masyarakat perlu tahu. Perlu diedukasi,” ujar Wakil Ketua MPR RI itu.

Zulhas meminta pihak berwenang menjelaskan seterang-terangnya kepada masyarakat mengenai kasus terkait terorisme terbaru ini. Zulhas meminta latar belakang ketiga tersangka dengan jaringan terorisme diungkapkan sedetail-detailnya.

“Jangan sampai masyarakat cemas, jelaskan semaksimal mungkin. Siapa dan bagaimana jejaring terorismenya, bagaimana tiga ustaz ini terhubung. Jangan sampai tidak jelas dan membuat masyarakat takut. Nanti terima tamu saja takut, mau nyumbang takut, hadir acara takut,” kata Zulhas.

Lebih jauh Zulhas mendorong ormas Islam tidak terprovokasi namun berhati-hati. “Pesan saya, jangan terprovokasi,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here