Nadjib Hamid, Penggerak Dakwah Muhammadiyah Itu Telah Mendahului Kita

0
758
Foto PWMU.CO

KLIKMU.CO – Berpulangnya Ustadz Nadjib Hamid Jumat pagi tadi (9/4/2021) begitu mengejutkan. Banyak pihak yang merasa kehilangan atas wafatnya wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu sekitar pukul 08.20 di Rumah Sakit Khodijah Sepanjang, Sidoarjo.

“Kita benar-benar telah kehilangan sosok pemimpin yang istiqamah dan terus bergerak tanpa lelah menguatkan dakwah Muhammadiyah,” kata Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Surabaya Andi Hariyadi kepada Klikmu.co.

Andi menceritakan, sebagai sesama aktivis yang pernah aktif bersama di Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid di mata dia begitu gigih memberikan penguatan kepada para kader Muhammadiyah.

“Perjuangan beliau tidak sekedar penggerak, tetapi juga ada inovasi gerakan sehingga bisa diterima semua kalangan. Baik dari para aktivis Persyarikatan maupun aktivis lintas agama di Jawa Timur,” ujarnya.

Mas Nadjib, panggilan Andi kepada almarhum, di tengah kesibukannya, termasuk produktif menulis, beberapa hari sebelum sakit sempat berkirim WhatsApp dengan memberi semangat kepada kami untuk segera menyelesaikan penulisan buku sejarah Muhammadiyah.

“Beliau pemimpin yang penuh perhatian kepada para kader Muhammadiyah untuk terus mengembangkan sayap dakwah Persyarikatan di semua lini kehidupan,” terang tim penulis buku sejarah Muhammadiyah Surabaya itu.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya M. Arif An menyampaikan sangat terkejut dan kaget ketika mendengar kabar bahwa Ayahanda Nadjib Hamid meninggal. “Saya sangat terkejut dan kaget begitu mendengar beliau meninggal. Memang dua hari yang lalu beliau sakit dan dirawat di RS Khodijah Sepanjang dan hari ini kami mendengar beliau meninggal,” katanya.

“Semoga beliau diampuni segala dosanya apabila ada. Kami berdoa semoga beliau ditempatkan di surga Allah Subhaanahuu Wata’ala, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” tutur Pak Sekjen.

Menurut Tamhid Masyhudi
sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur, jenazah dimandikan di RS Siti Khodijah, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Ubi VI/27A, Wonokromo, Surabaya.

Shalat jenazah insya Allah dilakukan di Masjid Al Badar Kertomenanggal, Surabaya, setelah shalat Jumat. Dan selanjutnya jenazah almarhum dibawa ke Paciran, Lamongan, untuk dimakamkan di sana. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here