Nakes Tewas di Tangan KKB, Abdul Mu’ti: Itu Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa dan Ancaman NKRI

0
507
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti. (Okezone)

KLIKMU.CO – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul turut mengecam penganiayaan dan pembunuhan tenaga kesehatan yang terjadi di Pegunungan Bintang Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Mu’ti menegaskan bahwa pembunuhan yang disertai pembakaran fasilitas kesehatan tersebut adalah tindakan keji.

Menurut Mu’ti, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua adalah kelompok teroris. Eksistensi mereka tidak boleh dibiarkan.

“Pembunuhan dan kekerasan yang mereka lakukan terhadap tenaga kesehatan adalah kejahatan kemanusiaan yang luar biasa dan ancaman yang kasatmata terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. TNI dan Polri jangan pernah ragu untuk menindak tegas para Teroris dan KKB,” tegas guru besar UIN Jakarta tersebut, Senin (20/9/2021).

Kecaman serupa datang dari Partai Amanat Nasional (PAN). “Ini tindakan yang sungguh di luar batas kemanusiaan, bentuk pelanggaran HAM yang nyata. Menganiaya dan membunuh tenaga kesehatan dan membakar fasilitas kesehatan merupakan aksi perlawanan terhadap pemerintah. Tidak ada toleransi lagi bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Harus dibasmi, dihentikan, dan ditindak tegas!” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh, Ahad (19/9/2021).

“Itu sungguh perbuatan yang amoral dan tidak berperikemanusiaan. Tiga suster ditelanjangi dengan parang, lalu dianiaya dengan keji. KKB telah ingkar janji tidak akan menyerang puskesmas dan tenaga kesehatan. Buktinya mereka melakukan aksi brutal dan biadab,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini pun meminta TNI dan Polri segera menindak tegas KKB di Papua. Dia mengimbau agar teroris KKB yang menyerang tenaga kesehatan segera ditangkap.

“Tindakan seperti ini tentu pelaku harus ditangkap dan diproses hukum secepatnya,” ujar Pangeran.

Pangeran pun secara khusus juga meminta TNI-Polri untuk menjamin keamanan dan keselamatan nakes di Papua, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya meminta aparat keamanan untuk bekerja serius dan menjamin keamanan serta keselamatan pelayanan kesehatan di seluruh Papua. Dengan situasi yang panas ini, saya berharap TNI dan Polri menjaga disetiap fasilitas kesehatan yang ada dari serangan brutal KKB, melakukan koordinasi dan kerjasama secara integratif, tidak usah saling menyalahkan, sehingga dapat menciptakan kedamaian, keamanan, dan perlindungan HAM di Bumi Papua,” tutur Pangeran.

Sebagaimana diberitakan, aksi biadab dilakukan KKB Papua dengan menyerang dan membakar Puskesmas Kiwirok. Suster Gabreilla Meilani, seorang nakes di Puskesmas Kiwirok, gugur dalam serangan brutal tersebut.

Serangan brutal ini juga membuat empat nakes luka-luka dan seorang nakes belum ditemukan. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here