Ngaji Dino Iki #1005: Beratnya Penyesalan

0
101
Beratnya penyesalan (RMOL)

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr Imam Syaukani MA)*

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

“Discipline weighs ounces and regret weighs tons.”

(“Disiplin beratnya beberapa ons, sedang penyesalan beratnya berton-ton.”)

Allah swt telah berfirman:

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَاحَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ

“Lest the soul should (then) say: `Ah! woe is me! in that I neglected (my Duty) towards Allah, and was but among those who mocked !’

Artinya:
Supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam menunaikan kewajiban terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah) (QS. az Zumar: 56).

Setiap manusia pasti pernah mengalami penyesalan. Baru terpikir dan berandai bila dulu dia disiplin, taat asas, sebenarnya lebih ringan daripada konsekuensi berat yang dihadapi saat ini. Penyesalan dan berandai-andai ini menjadi stereotip sifat manusia.

Nabi Muhammad saw pun memperingatkan:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَلَا تَعْجِزْ فَإِنْ غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ وَإِيَّاكَ وَاللَّوْ فَإِنَّ اللَّوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Sunan Ibnu Majah 4158: “Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dari lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan dalam masing-masing keduanya itu terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu dan jangan lemah semangat. Jika suatu perkara mengalahkanmu maka katakanlah, ‘Ketentuan Allah telah ditetapkan, dan suatu yang telah Dia kehendaki maka akan terjadi. “Dan jauhilah olehmu dari ucapan ‘Seandainya’, karena sesungguhnya ungkapan ‘Seandainya’ membuka peluang masuknya setan.”

Fokuslah pada perbaikan dan kebaikan. Ingatlah, bahwa ada riwayat hadits, dari Abu Umamah dari Nabi saw bahwa beliau bersabda;

مَا مِنْ رَجُلٍ يَلِي أَمْرَ عَشَرَةٍ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَّا أَتَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مَغْلُولًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ فَكَّهُ بِرُّهُ أَوْ أَوْبَقَهُ إِثْمُهُ أَوَّلُهَا مَلَامَةٌ وَأَوْسَطُهَا نَدَامَةٌ وَآخِرُهَا خِزْيٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Musnad Ahmad 21268: “Tidaklah seseorang yang memimpin urusan sepuluh orang atau lebih melainkan akan mendatangi Allah dalam keadaan tangannya terbelenggu ke lehernya pada hari kiamat, kebaikannyalah yang melepaskannya atau dosanya yang membinasakannya. Kepemimpinan itu awalnya celaan, pertengahannya penyesalan dan akhirnya kehinaan pada hari kiamat.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

Dari sahabatmu

Ustadz Dr KH Imam Syaukani MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here