Ngaji Dino Iki #1013: Zulhijah Bulan Evaluasi dan Doa

0
141
Ilustrasi bulan Zulhijah. (Internet)

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr Imam Syaukani MA)*

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.

“No one has it all together. Until we get real with ourselves and acknowledge our flaws, we will never grow.”

(“Tiada yang memiliki semuanya sekaligus. Kita tak akan pernah tumbuh sampai kita sadar diri dan mengakui kekurangan.”)

Suatu saat Rasulallaah saw mengajarkan doa kepada para sahabatnya, paada saat bepergian:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ

Sunan Nasa’i 5403: “Allahumma Inni A’uudzu Bika Min Wa’staa`Is Safar Wa Kaabatil Munqalabi Wal Hauri Ba’dal Kauri Wa Da’watil Malzhluumi Wa Suu`Il Manzhari Fil Ahli Wal Maali. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan di perjalanan, kesedihan saat kembali, kekurangan setelah kecukupan, doa orang yang terzhalimi dan pemandangan yang buruk pada keluarga dan harta).”

Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Masalahnya kesadaran akan keterbatasan dan kekurangan diri kadang tidak muncul. Hidup di tengah angan-angan palsu.

Zulhijah adalah bulan yang tepat untuk evaluasi diri dan memperbanyak do’a. Mengembalikan diri untuk berpijak di bumi dari pengejaran impian semu, kembali sebagai hamba yang lemah namun tetap bertekad untuk bisa melakukan amal-amal terbaik.

Tak perlu idealis ingin menggapai sekaligus semua kebaikan. Lakukan improvement untuk tumbuh perlahan hingga tercipta habit kebaikan.

Dari Aisyah berkata; “Rasulullah saw pernah bersabda:

خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَأَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ وَإِنْ قَلَّ

Musnad Ahmad 24451: Lakukanlah amal perbuatan yang kalian mampui, karena Allah Azzawajalla tidak akan bosan hingga kalian bosan. “Amal perbuatan yang paling dicintai Allah Azza Wa Jalla adalah yang kontinu dilakukan oleh pelakunya sekalipun sedikit.”

Rasulallah saw juga pernag berdo’a dalam shalatnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ

Sunan Nasa’i 1287: “Ya Allah, aku memohon keteguhan dalam menghadapi semua urusan, dan tekad yang kuat dalam mencapai kebenaran,…”, aku memohon kepada-Mu untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang selamat, lisan yang senantiasa jujur, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang engkau ketahui, aku memohon ampun-Mu terhadap segala kesalahan yang engkau ketahui.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

Dari sahabatmu

Ustadz Dr KH Imam Syaukani MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini