Ngaji Dino Iki 1719: Perbedaan Orang Cerdas dan Orang Dungu

0
6
Dr Imam Syaukani MA, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya. (Dok pribadi/KLIKMU.CO)

Oleh: Dr Imam Syaukani MA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

When you convey the truth, you will find two different reactions: the intelligent will reflect, the ignorant will be offended.

(“Saat kamu menyampaikan kebenaran, kamu akan menemukan dua reaksi yang berbeda; orang cerdas akan merenung, orang bodoh akan tersinggung.”)

Rasulullah telah bersabda:

إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ

Sunan Nasa’i 4128: “Sesungguhnya agama itu adalah nasihat, sesungguhnya agama itu adalah nasihat, sesungguhnya agama itu adalah nasihat.

Adab menasihati secara personal memang sebaiknya bukan di depan umum.

Namun, bila nasihat kebenaran ini disampaikan secara luas, tidak menunjuk nama si fulan atau fulanah, tak semestinya kita baper.

Umar bin Al-Khattab RA yang terkenal keras dalam menyampaikan kebenaran di masa beliau menjadi khalifah ternyata menjadi satu-satunya umat Nabi Muhammad saw yang dinyatakan dalam hadits memiliki istana emas di surga.

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا أَنَا بِقَصْرٍ مِنْ ذَهَبٍ فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا فَقَالُوا لِرَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ فَمَا مَنَعَنِي أَنْ أَدْخُلَهُ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ إِلَّا مَا أَعْلَمُ مِنْ غَيْرَتِكَ

Shahih Bukhari 6506: “Aku masuk surga, tak tahunya aku berada di sebuah istana emas. Maka aku bertanya; ‘Milik siapakah ini? ‘ Mereka menjawab; Milik seseorang dari Quraisy, dan tiada yang menghalangiku untuk memasukinya Hai Ibnul Khattab selain karena aku tahu kecemburuanmu.”

Di lain riwayat hadits, disebutkan:

عَنْ جَابِرٍ وَمُعَاذٍ وَأَنَسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُ فِي الْجَنَّةِ قَصْرًا مِنْ ذَهَبٍ فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا فَقِيلَ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ

Sunan Tirmidzi 3622: Dari Jabir, Mu’adz, Anas dan Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda: “Aku melihat istana yang terbuat dari emas, lalu aku berkata; “Untuk siapakah ini?” maka dikatakan; “Untuk Umar bin Al Khattab.”

Di Ramadhan ini, mungkin kita akan sangat banyak mendengar nasihat atau tausiah. Kedepankan rasa ingin tahu dan berpikir positif saja.

Syaikh Salih Al-Fauzan berkata:

“Orang yang ingin mengetahui kebenaran akan senang mendengarkan nasihat dari orang lain dan dia senang dengan peringatan atas kesalahan yang telah ia perbuat.”

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari sahabatmu

Dr Imam Syaukani MA
Wakil Ketua PDM Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini