Ngaji Dino Iki 1720: Jangan Merusak Niat Baik

0
4
Dr Imam Syaukani MA, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya. (Dok pribadi/KLIKMU.CO)

Oleh: Dr Imam Syaukani MA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Something that has been intended because of Allah swt, should not be damaged or stopped because of humans.

(“Sesuatu yang telah terniatkan karena Allah swt, jangan sampai rusak atau terhenti karena manusia.”)

Allah swt telah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

And they have been commanded no more than this: to worship Allah, offering Him sincere devotion, being True (in faith); to establish regular Prayer; and to practise regular Charity; and that is the Religion right and Straight.

Artinya:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (QS. al Bayyinah: 5).

Rasulullah saw juga bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Shahih Muslim 4651: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.”

Sungguh sulit mempertahankan niat yang lurus karena Allah swt. Begitu banyak ibadah Ramadhan yang kita kerjakan, bisa sia-sia.

Tebersit sedikit kebanggaan saat kita beramal saleh, rusaklah nilainya. Namun, jangan pula malu dan tidak jadi berbuat baik karena ada orang yang melihat.

Karena itu Nabi Muhammad saw memperbanyak berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Musnad Ahmad: 24938.  “Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Ketika ditanya mengapa banyak berdoa ini, beliau menjawab:

وَمَا يُؤْمِنُنِي وَإِنَّمَا قُلُوبُ الْعِبَادِ بَيْنَ أُصْبُعَيْ الرَّحْمَنِ إِنَّهُ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُقَلِّبَ قَلْبَ عَبْدٍ قَلَّبَهُ

“Ini yang membuatku aman. Sesungguhnya hati hamba berada di antara dua jari dari jari-jemari Arrahman, apabila Ia berkehendak untuk membalikkan hati seorang hamba maka Ia akan membalikkannya.”

Mari luruskan niat kepada Allah, semoga seluruh ibadah Ramadhan kita diterima oleh-Nya.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari sahabatmu

Dr Imam Syaukani MA
Wakil Ketua PDM Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini