Ngaji Dino Iki 1730: Merindukan Ramadhan

0
9
Dr Imam Syaukani MA, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya. (Dok pribadi/KLIKMU.CO)

Oleh Dr Imam Syaukani MA

KLIKMU.CO

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

If you really miss Ramadhan and want the same feeling back, spend your days and nights as you did in Ramadhan

(“Jika engkau sangat merindukan Ramadhan dan ingin perasaan yang sama kembali, luangkan siang dan malammu seperti yang engkau lakukan di bulan Ramadhan.”)

Rindu Ramadhan memuat isyarat bahwa kita mencintai Ramadhan dan berharap segera bisa berjumpa dengannya. Jika ini terjadi, maka ini termasuk indikator keberhasilan Ramadhan.

Mari kita obati rindu ini dengan amalan dan keutamaan yang diajarkan Nabi Muhammad saw seakan Ramadhan belum berakhir.

Misalnya dengan menjalankan puasa Syawal.

Sebagaimana sabdanya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ

Sunan Abu Daud: 2078. “Barangsiapa yang melakukan puasa pada Bulan Ramadhan, kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari pada Bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun.”

Dan menebar salam dan memberi makan. Sabda Nabi Muhammad saw:

أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Sunan at-Tirmidzi: 2409. “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan laksanakanlah shalat pada saat manusia tertidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” 

Serta istiqamah salat malam, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad saw:

جَاءَجِبْرِيلُ إِلَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَ أَعْمَالُ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِئٌ بِهِ وَ أَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ وَاعْمَالُ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزَّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

Malaikat Jibril datang kepada Rasulallah saw, lalu berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, tetapi engkau pasti mati, dan berbuatlah sesukamu, tetapi engkau akan dibalas menurut perbuatanmu itu, serta cintailah siapa yang engkau kehendaki, tetapi engkau pasti akan berpisah dengannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan orang mukmin itu terletak pada shalat waktu malam dan kebesarannya adalah ketiadaan butuhnya kepada sesama manusia.

Semoga mendambakan pintu Ar-Rayyan di syurga kelak membuka untuk kita bukanlah sebuah sekadar mimpi.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari sahabatmu
Dr Imam Syaukani MA
Wakil Ketua PDM Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini