Ngaji Dino Iki #891: Menjaga Lisan dan Tulisan

0
131
Istimewa

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA

“Speak to people in a way that if they died the next  day, you’d be satisfied with the last thing you said to them.”

(“Bicaralah kepada orang lain sedemikian rupa sehingga jika mereka meninggal keesokan harinya, anda lega dengan hal terakhir yang anda katakan kepada mereka.”)

Mungkin tak sekali dua kali lisan atau tulisan di aplikasi chat kita telah melukai perasaan orang lain. Karena merasa biasa, kita tak segera meminta maaf kepada mereka.

Pikirkanlah bila di antara mereka meninggal tak lama setelah kejadian itu dan kita belum meminta maaf kepadanya. Dan ternyata ia adalah orang-orang terdekat kita, orang tua kita, pasangan atau anak-anak kita, sahabat atau kolega kita.

Meminta maaf adalah pilihan proaktif yang baik. Namun lebih hebat lagi bila kita berkomitmen untuk menjaga lisan dan tulisan kita kepada siapa pun.

Dari Abu Hurairah berkata; Seorang lelaki berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ كَثْرَةِ صَلَاتِهَا وَصِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا غَيْرَ أَنَّهَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا قَالَ هِيَ فِي النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ قِلَّةِ صِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا وَصَلَاتِهَا وَإِنَّهَا تَصَدَّقُ بِالْأَثْوَارِ مِنْ الْأَقِطِ وَلَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا قَالَ هِيَ فِي الْجَنَّةِ

Musnad Ahmad 9298: “Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang terkenal dengan banyak shalat, puasa dan sedekah, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya, ” maka beliau bersabda: “Dia di neraka.” Lelaki itu berkata; “Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang terkenal dengan sedikit puasa, sedekah dan shalatnya, ia hanya bersedekah dengan sepotong keju, tetapi ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya, ” maka beliau bersabda: “Dia di surga.”

Di lain waktu, Rasulallah saw bersabda:

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Musnad Ahmad 12575: “Iman seorang hamba tidak akan lurus hingga lurus hatinya dan hati tidak akan lurus hingga lurus lisannya dan seseorang tidak akan masuk surga jika tetangganya terganggu oleh keburukannya”.

Ibnu Mas’ud sampai berkata:

“Tidak ada yang lebih pantas dipenjara dalam waktu yang lama melainkan lisanku ini.”

 

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here