Ngaji Dino Iki #904: 1001 Jalan Kebaikan

0
96
Ilustrasi istimewa

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA

Assalamualaikum w.w.

“Keep yourself from Hell even by (giving alms) a date.”

(“Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bershadaqah) sebutir kurma.”)

Kalimat tersebut adalah terjemah dari hadits Nabi Muhammad saw:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Tebuslah diri kita dari siksa neraka dengan sedekah apa pun yang kita miliki.

Di dalam hadist lain, dari ‘Adiy bin Hatim berkata; Nabi  saw sampai bersabda:

فَلَا يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهُ مِنْهُ وَلَيَلْقَيَنَّ اللَّهَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ يَلْقَاهُ وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تَرْجُمَانٌ يُتَرْجِمُ لَهُ فَلَيَقُولَنَّ لَهُ أَلَمْ أَبْعَثْ إِلَيْكَ رَسُولًا فَيُبَلِّغَكَ فَيَقُولُ بَلَى فَيَقُولُ أَلَمْ أُعْطِكَ مَالًا وَأُفْضِلْ عَلَيْكَ فَيَقُولُ بَلَى فَيَنْظُرُ عَنْ يَمِينِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا جَهَنَّمَ وَيَنْظُرُ عَنْ يَسَارِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا جَهَنَّمَ قَالَ عَدِيٌّ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقَّةِ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ شِقَّةَ تَمْرَةٍ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Shahih Bukhari 3328:  “Tiada seorang pun di antara kalian selain Allah akan mengajaknya bicara pada hari kiamat, tidak ada juru penerjemah antara dia dan Allah, kemudian ia memperhatikan bahwa tidak ia lihat apa pun di hadapannya, kemudian ia melihat ia didatangi oleh api,’Adiy berkata; “aku juga mendengar Nabi saw bersabda:  maka siapa di antara kalian mampu, hindarilah neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma.” Jika tidak memilikinya maka dengan berkata yang baik”.

Kemudian di lain riwayat, dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulallah saw bersabda lagi:

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَعَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ وَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ

Shahih Muslim 186: “Barangsiapa berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya maka dicatatlah untuknya sebagai satu kebaikan, dan barangsiapa berkeinginan untuk suatu kebaikan lalu melakukannya maka dicatatlah untuknya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat. Dan barangsiapa berkeinginan untuk kejelekan namun belum mengerjakannya, maka tidak dicatat sebagai dosa, namun jika dia mengamalkannya maka ditulislah sebagai satu dosa untuknya.”

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here