Ngaji Dino Iki #906: Evaluasi di Ujung Ramadhan

0
176
Ilustrasi istimewa

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA

Assalamualaikum w.w.

“During a fast, you will find out if it’s you that controls your thought, our if it’s your thought that controls you.”

(“Selama berpuasa, Anda akan mengetahui apakah andalah yang mengendalikan pikiran anda atau apakah pikiran andalah yang mengendalikan Anda.”)

Pernahkah kita merenungkan hal ini selama berpuasa Ramadhan; bahwa tidak ada andil syaitan sama sekali yang mempengaruhi pikiran kita selama bulan ini.

Ingatlah sumpah syaitan yang diabadikan oleh al Qur’an:

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Then will I assault them from before them and behind them, from their right and their left: nor wilt Thou find, in most of them, gratitude (for Thy mercies).

Artinya:

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. al A’raf: 17).

Apakah kita diam-diam makan minum, atau tetap bermaksiat, curang, menipu, atau mudah marah, dengki, berbohong, riya’, ghibah, atau cemas berlebihan, insecure, dan lain lain.

Syaitan sedang dibelenggu. Iman kita saja yang terlalu tipis, jiwa kita lemah, tak mampu mengendalikan hawa nafsu yang mencengkeram pikiran kita. Sebagaimana riwayat:

فِي رَمَضَانَ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَيُصَفَّدُ فِيهِ كُلُّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَيُنَادِي مُنَادٍ كُلَّ لَيْلَةٍ يَا طَالِبَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا طَالِبَ الشَّرِّ أَمْسِكْ

Sunan Nasa’i 2081: “Di -bulan- Ramadlan pintu langit dibuka dan pintu neraka ditutup setiap syetan yang membangkang dibelenggu dan seorang penyeru memanggil setiap malam; ‘Wahai orang yang mencari kebaikan, kemarilah, wahai orang yang mencari kejahatan tahanlah (berhentilah).

Sekarang, Ramadhan telah memasuki tiga (3) hari terakhir. Manfaatkan untuk mengevaluasi diri dalam i’tikaf sambil menggapai Lailatul Qadr.

Dari Abdullah bin Umar ra berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

Shahih Bukhari 1885: “Rasulullah saw beritikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhon”.

Apa yang perlu diimprove agar jiwa bersih dan hati semakin mengenal Allah swt dan berperilaku seakan Allah swt melihat kita.

Kendali ada di dalam jiwa yang bersih dan hati yang penuh cahaya iman.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here