Ngaji Dino Iki #910: Syukur kepada Allah, Rindu kepada Ramadhan

0
181
Ilustrasi foto: Fakta Riau

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Ramadhan feels like we just welcomed you yesterday. Now we have to say, we will miss you.”

(“Ramadhan, serasa seperti baru kemarin kami menyambutmu. Sekarang kami harus mengatakan kami akan merindukanmu.”)

Bulan Ramadhan telah berlalu. Bilangannya telah tercukupi. Ada syukur sekaligus kerinduan di dalam hati orang yang bertakwa.

Allah swt telah berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(He wants you) to complete the prescribed period, and to glorify Him in that He has guided you; and perchance ye shall be grateful.

Artinya:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).

Mayoritas ulama mengatakan bahwa syukur pada ayat ini mendorong kita untuk bertakbir di akhir Ramadhan, yaitu mensyukuri nikmat Allah swt berupa taufik untuk melakukan puasa, kemudahan untuk melakukannya, mendapat pembebasan dari siksa neraka dan ampunan yang diperoleh ketika melakukannya.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata; Aku mendengar Nabi saw bersabda;

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Shahih Bukhari 2628: “Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh musim”.

Di dalam kitab Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Mas’ud ra mengatakan bahwa sebenar-benarnya takwa adalah mentaati Allah tanpa bermaksiat kepada-Nya, mengingat Allah tanpa lalai dari-Nya dan bersyukur atas nikmat-nikmat Allah, tanpa kufur darinya.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here