Ngaji Dino Iki #916: Sang Penentu Nasib

0
62
Hidayatullah.com

Assalamualaikum w.w.

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA

“If Allah swt wanted success for you, then billions of people could not fail it.”

(“Jika Allah telah menghendaki keberhasilan untukmu, maka milyaran manusia pun takkan mampu menggagalkannya.”)

Allah swt telah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
for Allah hath power over all things.
Artinya:
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Di dalam hadits Arba’in ke-19, At-Tirmidzi meriwayatkan:

وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُف

Sunan Tirmidzi 2440: “Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu.” Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan) ”

Dilain ayat, Allah swt juga telah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا—إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

So, verily, with every difficulty, there is relief — Verily, with every difficulty there is relief.

Artinya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan — sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. al Insyirah: 5-6).

Suatu saat, Rasulallah saw bersabda:

مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ قَالَ أَنْ يَقُولَ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Musnad Ahmad 6748: “Barangsiapa tidak melanjutkan aktifitas kebutuhannyanya karena thaiyarah (tahayul, beranggapan sial karena melihat burung atau yang lainnya) maka sungguh ia telah berbuat syirik.” Para sahabat bertanya; “Lalu apakah yang dapat menghapuskannya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “hendaklah ia berdo’a;
Allahumma Laa Khairo Illa Khairuka Walaa Thoiro Illa Thoiruka Walaa Ilaaha Ghoiruka.
(Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang datang dari-Mu, dan tidak ada nasib baik kecuali nasib baik yang datang dari-Mu, dan tidak ada Ilah selain-Mu.”)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here