Ngaji Dino Iki #951: Adab Pergaulan

0
165
Adab pergaulan. Ilustrasi Okezone

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Be selective in your battles, sometimes peace is better than forcing what you think is best.”

(“Selektiflah dalam pertempuranmu, terkadang berdamai lebih baik daripada memaksakan apa yang kamu anggap terbaik.”)

Di dalam hidup bermasyarakat, bermitra, atau berorganisasi, kadang kita harus bersinggungan dengan orang lain, harus beradu argumen, saling mempertahankan pendapat yang kita anggap terbaik atau paling benar.

Perhatikanlah adab dalam berpendapat. Allah swt meminta Nabi Musa mengutamakan adab, dengan firman-Nya:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

“But speak to him mildly; perchance he may take warning or fear (Allah)”

Artinya:
“Berbicaralah kamu (Musa) berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (QS. Thaha: 44)

Kemenangan bukan saat pendapat kita yang terpilih. Kemenangan adalah saat kita mengedepankan maslahat, mengambil jalan tengah, mengalah saat pendapat pihak lain lebih baik atau saat melihat mudharatnya lebih besar bila perdebatan dilanjutkan.

Ingatlah pesan Nabi Muhammad saw:

أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ

“Orang yang paling Allah benci adalah orang yang suka berdebat dan sengit permusuhannya.” (HR. al-Bukhari: 4161).

Berdoa dan lapangkan hati. Seperti ajaran Musa, as pada kaumnya, yang telah di abadikan dalam al Qur’an:

قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Said Moses to his people: “Pray for help from Allah,” and (wait) in patience and constancy: for the earth is Allah’s, to give as a heritage to such of His servants as He pleaseth; and the end is (best) for the righteous.

Artinya:
Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. al A’raf: 128)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here