Panggung Gembira Jadi Saksi Sejarah Lulusan Pertama MBS Al Amin Bojonegoro

0
912
Para santri lulusan angkatan pertama Pondok Pesantren MBS Al Amin Bojonegoro di Panggung Gembira. (Eko Hijrahyanto Erkasi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pondok Pesantren MBS Al Amin Bojonegoro telah memasuki usia 6 tahun. Artinya, pesantren ini meluluskan angkatan pertama para santri yang telah belajar selama 6 tahun. Perayaan kelulusan ini dikemas dalam acara yang cukup meriah dengan mengadakan Panggung Gembira pada Selasa (4/5/2021) di Kampus Putra PP MBS Al Amin Bojonegoro.

Angkatan enam tahun pertama lulusan PP MBS Al Amin Bojonegoro yang menamakan diri “Fiducia Generation” tampak begitu antusias dan bersemangat dalam menyelenggarakan acara Panggung Gembira ini. Acara yang dipandu dengan MC tiga bahasa, yaitu Arab, Inggris, dan Indonesia, itu menjadi sarana mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari selama ini.

KH Syamsul Huda, pengasuh PP MBS Al Amin, mengapresiasi Panggung Gembira yang mengiringi pelepasan santri kelas 6 atau kelas XII yang merupakan calon alumni pertama ini. “Kami juga memberikan arahan dan petunjuk kepada penanggung jawab kelas 6 untuk mempersiapkan acara ini sejak setahun lalu. Meski kurang sempurna, saya merasa sangat puas dengan penampilan anak-anak,” tutur Ustadz Huda.

Dia menambahkan, acara Panggung Gembira ini juga untuk melengkapi tradisi menghadirkan wali santri untuk berbuka puasa bersama dengan para santri dan ustadz sebelum perpulangan sekaligus dalam rangka menarik minat keluarga santri agar bisa mendaftar di MBS Al Amin Bojonegoro.

Puluhan atraksi berhasil mereka tampilkan dalam acara yang sekaligus mengantarkan para santri jelang perpulangan untuk libur Hari Raya Idul Fitri. Di antara atraksi yang ditampilkan adalah puitisasi, kor lagu, zapin dance, aceh dance (tari saman), campursari, bocil dance, teater, Hizbul Wathan, drama, dan Tapak Suci.

Selain menampilkan kreativitas seni para santri, acara ini juga memberikan syahadah kepada para santri yang mengikuti seleksi Tahfidzul Qur’an sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dari 92 santri yang ikut seleksi, terpilih 54 santri yang lulus.

Dalam penampilan pembacaan puisi, misalnya, mereka bawakan berupa kritikan kepada pemerintah. Lalu, ada drama tentang kondisi kehidupan santri di pesantren, atraksi baris-berbaris Hizbul Wathan, dan Kemampuan bela diri Tapak Suci. Meliputi jurus seni ganda, memecahkan batu bata dengan kepala, serta menyemburkan api dari mulut.

Rayyan Naufal, santri kelas 8, yang berkesempatan menampilkan dua puisi mengatakan bersyukur dan bahagia bisa menampilkan puisi yang ditugaskan kepadanya. “Kami tak pernah letih dan selalu bersemangat untuk terus berlatih menampilkan yang terbaik untuk seluruh yang hadir,” ujarnya.

Sementara itu, Rike Mardiana Hapenawati, salah satu wali santri asal Kota Babat Lamongan, yang turut menyaksikan acara Panggung Gembira mengaku sangat puas dan senang melihat penampilan mereka.

Penampilan para santri dalam Panggung Gembira ini tak lepas dari bimbingan para ustadz. Ustadz Rahmad, salah satu pengajar di PP MBS Al Amin, menuturkan bahwa sesungguhnya banyak atraksi yang batal ditampilkan karena melihat kondisi pandemi dan waktu.

“Acara ini seharusnya dilaksanakan sebelum Ramadhan. Dari 24 penampilan dipangkas menjadi 12 penampilan saja. Alhamdulillah anak-anak bisa menerima dan masih mau latihan secara maksimal sehingga anak-anak di atas pangung tetap bersemangat,” paparnya.

“Saya sangat bersyukur melihat anak-anak menyuguhkan menampilkan dengan megah dan mewah. Semoga ini bisa menjadi fondasi yang kokoh untuk generasi-generasi ke depannyam” timpal Kepala Kesantrian Ustadz Hafidz. (Eko Hijrahyanto Erkasi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here