Patut Dicontoh! Pemkot Madiun Berdayakan PKL untuk Siapkan Makanan Warga Isoman

0
93
Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri di Gedung Negara Grahadi Surabaya (29/4/2019). (Tribunnews)

KLIKMU.CO – Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun ini patut ditiru oleh daerah lain. Mereka membuat dapur umum di setiap RT dengan memberdayakan pedagang kaki lima (PKL) setempat yang terdampak PPKM darurat. Kebijakan itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum para warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) lantaran positif Covid-19.

“Satu RT ada satu dapur umum. Dapur umum itu merupakan pemberdayaan PKL yang berada di daerah tersebut. PKL kami berdayakan untuk memenuhi kebutuhan (makan dan minum) warga yang isoman,” ujar Wali Kota Madiun Maidi Senin (19/7/2021).

Maidi menambahkan, PKL yang ditunjuk harus berkeliling dari rumah ke rumah untuk memberikan kecukupan makan warga yang menjalani isoman di RT tersebut. Sementara itu, bahan-bahan yang dimasak akan diberikan oleh Pemkot Madiun. “Satu RT satu dapur umum berlaku untuk seluruh wilayah di sini,” tegasnya.

Sementara itu, usai dinyatakan sembuh 100 persen, orang nomor satu di Kota Pecel tersebut langsung mengambil sejumlah kebijakan penting. Salah satunya, penambahan ruang isolasi untuk menekan bed occupancy rate (BOR).

Saat ini, BOR di Kota Madiun mencapai 82 persen. Artinya, butuh penambahan untuk mengantisipasi pelonjakan. Karena itu, ia berencana menjadikan asrama haji sebagai rumah sakit lapangan (RSL).

”Di sana (asrama haji) bisa untuk menampung 182 tempat tidur. Saat ini sedang kita siapkan, targetnya satu minggu selesai,’’ jelasnya.

Langkah tak kalah penting juga dilakukan wakilnya, Inda Raya Ayu Miko Saputri. Ia menyisihkan gajinya untuk membantu warga yang terdampak. Gajinya sebesar Rp 22 juta per bulan dibagikan kepada warga yang tedampak pandemi Covid-19 di kota tersebut.

“Nawaitu dan seizin suami, seluruhnya. Kalau kemarin-kemarin memang sudah bantu yang terdampak, entah sudah berapa, nggak pernah hitung. Wong gak pake nota,” katanya dilansir dari Tribunmadiun.com.

“Di rekening habis, top up, habis lagi, top up lagi. Tidak ada rencana sampai kapan, sampai sekuatnya. Insyaallah akan selalu bantu,” lanjutnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here