PDM Surabaya Kupas Tuntas Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

0
155
Dialog dan sosialisasi penyakit mulut dan kuku di PDM Kota Surabaya (Nashiiruddin/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H dengan mengadakan dialog dan sosialisasi mengenai wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jalan Wuni No 9 Surabaya, Sabtu (18/6/2022).

Sekitar 150 peserta yang hadir perwakilan dari PCM kota se-Surabaya, takmir masjid/mushala, kepala SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, kepala panti asuhan Muhammadiyah, Aisyiyah, dan, pimpinan Ortom tingkat daerah semua hadir perwakilan satu orang.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Surabaya, Perhimpunan Dokter Hewan Jawa Timur, dan Lazismu Jawa Timur.

Dokter Toni Hartono sebagai persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI) organisasi Dokter Hewan Jawa Timur 1 yang melingkupi empat kota yaitu Surabaya, Mojokerto, Jombang, dan Madura mengatakan, pihaknya dapat amanat dari panitia untuk memberikan sosialisasi mengenai PMK.

Adapun ciri-ciri hewan yang terkena PMK dan bagaimana cara mengantisipasinya. Penyakit yang disebabkan oleh virus dan dengan cepat virus ini menjalar ke tubuh dan sela-sela hewan.

“Jadi dalam satu kandang apabila ada satu sapi terkena PMK, maka sapi semua akan terjangkit. Sapi terdeteksi satu yang terpapar dalam tempo hari bisa terkena semuanya. Makanya saat ini ada pembatasan lalu lintas di tiap daerah,” ujarnya.

Menurutnya, penjual hewan kurban datang membawa hewan kurban yang sehat. Kondisi sapi masuk ke daerah yang dituju dalam kondisi sehat ketika masuk di daerah yang terjangkit penyakit maka bisa terjadi penularan penyakit.

“PMK ini sebenarnya tidak menular ke manusia, tetapi dampak ekonominya sangat dirasa para peternak. Tingkat mobilitas 100 persen sangat cepat. PMK ini penularannya juga melalui udara dan kontak langsung,” paparnya.

“Penyebaran virus PMK ini berbeda dengan negara lain. Di Indonesia penyakit PMK sub tipe O. Sementara di negara lain A C soud Afrika. Masing-masing membutuhkan vaksin yang berbeda.Tipe O di Indonesia sub tipenya O melalui udara. Udara yang kencang dan hembusan angin mempengaruhi penularan juga bisa melalui air liur, ciri-cirinya hewan yang terkena PMK ada luka di mulut dan kuku kalau hanya di mulut saja bukan termasuk PMK,” terangnya.

“Melalui air susu, air urine, kotoran hewan. Bila kita memotong hewan yang terjangkit PMK diharapkan darah atau varian yang di dalam hewan saat memotongnya jangan dibuang di air. Karena nanti akan mencemari air dan apabila airnya dipakai bisa menular ke hewan ternak terutama ternak yang berkuku belah dua seperti sapi, kambing, domba, kerbau,” ujarnya.

Dia mengatakan sangat berbahaya apabila manusia berkunjung dengan kondisi sekarang. Hewan ternak kurban pindah dari kandang satu ke kandang yang lain. Semuanya bisa menjadi media penularan. Menempel ke baju saat kita dari kandang sapi yang sakit kita bisa sebagai penular.

“Jadi petugas perlunya untuk menyemprot anti septic sama seperti wabah covid-19. Juga ada isolasi mandiri bagi hewan yang sakit. Kalau sudah hewan ternak ambruk pastinya dipotong paksa. Peternak juga harus memahami kalau hewan apabila sakit dipotong di luar itu juga sebagai penularan,” tuturnya.

Menurutnya, infeksi virusnya sangat cepat melalui embusan nafas dalam tempo udara 24 jam langsung terpapar karena virus ini penularannya paling banyak melalui saluran pernafasan.

“Penularan cepat sekali pada sapi anakan pedetan tingkat kematian sangat tinggi. Kalau pada sapi dewasa sangat rendah bisa 1-5% tetapi dampak ekonomi sangat tinggi pada harga sapi dewasa yang semula harganya 75 juta di tawar jagal hanya 7 juta. Karena nafsu makan hewan akan turun dan menjadi kurus”.

Dia menerangkan, awalnya gejala pada hewan mulutnya juga lubang, lubang pada bibir, gusi, lidah yang melepuh. Pada sapi perah susunya juga mengalami luka parah juga menyerang kelenjar pada susu otomatis produk susunya akan turun.

“Di daerah Krian produksi susu awalnya 250 liter per hari cuma 10 liter. Apalagi pemilik masih menanggung makan sapi, menggaji pegawainya pendapatan yang menurun akan rugi”.

“Penyakit ini jadi penting untuk segera ditangani walaupun sudah sembuh jangka waktu 24 hari masih bisa mengeluarkan virus. Vaksinasi untuk diperlukan untuk hewan yang sehat kalau satu kandang kena yang lain harus di vaksin,” ujarnya.

Caranya, bisa menggunakan kapur bangunan dikasih air juga bisa menjadi disinfektan untuk disemprotkan di kandang atau area dekat kandang. Pemberian antibiotik suntuk vitamin yang luka-luka untuk cepat dikasih antiseptic juga. Makanan yang bagus atau berkualitas tentunya akan membuat antibodinya akan meningkat.

Sementara kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Surabaya Ir Antiek Sugiharti MSI menjelaskan, biasanya satu minggu hingga dua bulan sudah banyak sapi yang dijual di jalan-jalan kota. Sesuai surat edaran dari Gubernur, Jawa Timur sudah ditetapkan sebagai daerah wabah sesuai keputusan menteri pertanian.

“Memang tidak berbahaya untuk manusia, tetapi hewan ternak tingkat kerugian sangat tinggi. Virus PMK posisi bertahan di air 50 hari, kalau di rumput 74 hari, kalau di tanah 26-200 hari, aves kering bisa 28 hari, basah bisa 34-44 hari”.

“Sapi yang langsung terdampak tanda-tanda yaitu sariawan, liur yang berlebihan. Di hewan babi virus airosol ini malah lebih banyak. Pada hewan kambing dan domba pastinya bisa terpapar tetapi dampaknya jangka panjang, cukup kuat tidak seperti pada sapi,” katanya.

“Disinfektan bisa digunakan saat nanti pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Bisa digunakan disinfektan mulai dari alat-alatnya yang digunakan disinfektan dulu menggunakan soda cuci dan kaporit. Jangan lupa perhatian juga untuk manusia sebagai perantaranya alat yang bersentuhan dan menempel menjadi penyakit. Kalau kita biasa belanja ikan daging mesti kita cuci dulu, kantongnya kita buang. Padahal di dalamnya ada virusya, bekas air cucinya lari ke mana-mana,” terangnya.

Melalui air dan tanah, pihaknya menyarakankan ketika belanja daging tidak usah dicuci setelah dipotong-potong jeroan, kaki, dan kepala direbus. Kalau memang ada fasilitas perebusan 80 derajat hingga 30 menit atau melalui frezer almari es 1 x 24 jam virus akan mati. Jangan dicuci supaya tidak mencemari yang lain.

“Bagi yang mengonsumsi susu langsung dari sapinya sebaiknya melalui proses rebus dimasak dulu. Untuk telenan pisau potong, timbangan harus dibersihkan dengan disinfektan atau bisa dengan air sabun. Kemudian baju yang digunakan segera direndam air sabun supaya aman,” tandasnya. (Nashiiruddin/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here