Pemprov Jatim Bantah Pemkot Surabaya Terkait Ratusan Ijazah SMA Ditahan Sekolah

0
160
Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wahid Wahyudi membantah soal 729 ijazah SMA sederajat yang ditahan Pemkot Surabaya. (Beritajatim.com)

KLIKMU.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membantah soal 729 ijazah pelajar SMA/MA/SMK di Surabaya yang ditahan sekolah karena menunggak sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wahid Wahyudi mengatakan bahwa ratusan ijazah yang dimaksud memang belum diambil pelajar, bukan karena ditahan pihak sekolah.

“Setelah saya cek kepada kepala sekolahnya, bukan ditahan. Tetapi yang bersangkutan belum mengambil ke sekolah,” kata Wahid di Surabaya pada Rabu (15/6/2022) lalu dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut dia, sekolah tak pernah menahan ijazah karena siswa menunggak biaya sekolah. jika Praktik itu terjadi, Wahid bahkan berjanji akan meminta siswa itu untuk meneleponnya langsung di hadapan kepala sekolah masing-masing.

“Sudah saya bilang, temui kepala sekolahnya, telepon saya apabila ada penahanan ijazah di depan kepala sekolahnya. Tidak ada penahanan ijazah,” tegasnya.

Sebelumnya, Selasa (14/6/2022), Pemerintah Kota Surabaya diberitakan menebus 729 ijazah pelajar SMA/MA/SMK yang ditahan sekolah lantaran belum melunasi tunggakan administrasi SPP. Ijazah 729 pelajar SMA/MA/SMK itu berasal dari total 25 sekolah di Kota Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, uang senilai Rp 1,7 miliar yang digunakan untuk menebus ijazah berasal dari zakat yang dibayarkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya, zakat yang dibayarkan ASN itu dikelola, lalu digunakan untuk menebus ijazah.

“Jadi dari 729 tadi, uang untuk menebus ijazah itu totalnya Rp 1,7 miliar. Dari mana uangnya, dari Baznas. Baznas dari zakat para ASN. Inilah yang saya bilang membangun Surabaya melalui gotong royong,” kata Eri Cahyadi di Gedung Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Selasa (14/6/2022).

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bahkan, apabila bantuan operasional sekolah (BOS) maupun bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda) belum cukup untuk mengcover, Pemkot Surabaya juga siap membantu menganggarkan melalui beasiswa.

“Kalau ternyata masih ada yang dibutuhkan, kita juga anggarkan untuk beasiswa anak-anak SMA sederajat. Jadi, berapa ratus ribu umpamanya, setelah itu jangan lagi diminta,” ujarnya. (AS, diolah)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here