Pemuda Lintas Agama Jaga Peran Keutuhan Bangsa

0
114
Pradana Boy ZTF (dua dari kanan) bersama pemateri lain dalam acara Cangkrukan Kebangsaan. (TF/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Lowokwaru, Kota Malang, menggelar acara Cangkrukan Kebangsaan di Ruang Sidang DPRD Kota Malang (19/6). Acara ini mengusung tema “Pancasila sebagai Penegas Identitas Pemuda Indonesia”.

Ketua Umum PCPM Lowokwaru Yoni Prawardayana menjelaskan, acara ini diadakan untuk merespons gempuran arus informasi dan ideologi yang tak terbendung. Karena itu, ada berbagai elemen organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Bumi Arema hadir. Mulai ortom kepemudaan Muhammadiyah (PM, NA, IMM, IPM, HW dan TS), organisasi kepemudaan lintas agama, hingga ormas kepemudaan lainnya.

“Hari ini teman-teman Hikmah Budhi Malang dan Ikatan Pemuda Tionghoa juga hadir di tengah-tengah kita dan menyambut baik acara ini,” ungkap Yoni.

Acara Cangkrukan Kebangsaan ini juga berkolaborasi dengan PCNA Lowokwaru dan Maharesigana UMM. Acara ini dihadiri sekitar 75 tamu undangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tim Maharesigana juga turut membantu mengawal protokol kesehatan dari pra-acara sampai pasca-acara.

“Kami menyiapkan delapan personel untuk membantu acara ini dan menyebar di titik-titik vital pintu masuk peserta maupun pintu masuk undangan VIP,” ungkap Alya dari tim Maharesigana.

Rika Malyani dari Kemenkominfo dalam sesi pembukaan menyampaikan, digitalisasi mempunyai andil penting terhadap ideologi bangsa. Maka dari itu, pemuda Indonesia harus mampu memanfaatkan dunia maya untuk menjaga ideologi bangsa.

Sesi materi diisi oleh tiga narasumber, yaitu Kapten Arm Hadi Supratigno, Prof Dr FX Eko Armada Riyanto, serta Dr Pradana Boy ZTF. Kapten Hadi menjelaskan bahwa pengawal ideologi bangsa bukan hanya dari unsur pemerintahan, melainkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemuda yang mempunyai peran vital.

Kapten Hadi lantas mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadi pelopor pemersatu bangsa. “Karena dari para pemudalah Indonesia bisa semakin kuat tanpa ada gesekan-gesekan dari sesama anak bangsa,” paparnya.

Prof Armada menambahkan, Indonesia ini dimiliki oleh beragam latar belakang suku, ras, maupun agama. Maka dari itu, konsep Bhinneka Tunggal Ika harus selalu dipegang teguh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda menjadi garda terdepan dalam merekat kebersamaan dalam keragaman dan keberagamaan.

Sementara itu, Kang Boy –sapaan akrab Dr Pradana Boy– mengungkapkan bahwa di Indonesia dan di Malaysia keadaan berbangsa dan bernegara begitu bertolak belakang.

Mengutip sebuah pernyataan peneliti dari Malaysia, di Malaysia terdapat kelompok-kelompok nasionalis ekstrem atau Far Right Malay Nasionalizm. Namun, di Indonesia justru sebaliknya. Banyak golongan yang mengatasnamakan agama yang ingin mencoba menggoyahkan ideologi bangsa dan anti-Pancasila.

Kang Boy menuturkan bahwa Pancasila seperti rukun Islam. Semua sila adalah satu kesatuan dan tak bisa dipisahkan. Pancasila juga merupakan Darul Ahdi wa Syahadah dalam pandangan Muhammadiyah. “Maka dari itu, Pancasila sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi,” tegasnya. (TR/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here