Peringatan Milad di Al Mizan, Ketua PCM Berpesan Harus Bangga Jadi Santri Muhammadiyah

0
133
Ketua PCM Lamongan Mulyono AR saat memipin apel di Ponpes Al Mizan. (Alfain/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pondok Pesantren Al Mizan menggelar Apel Milad Ke-109 Muhammadiyah yang dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lamongan sebagai pembina apel. Acara dilaksanakan di Halaman Pondok Pesantren Al Mizan putra pada Kamis (18/11/2021).

Turut hadir Ketua PCM Lamongan Mulyono AR, Direktur Al Mizan Ustadz Mujianto, Kepala Panti Asuhan Cabang Lamongan Ahmad Fanani, kepala sekolah MA Muhammadiyah 9 Lamongan Anton Wahyudin, Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 15 Lamongan Samsuri, guru dan seluruh Karyawan MAM 9 Lamongan dan MTsM 15 Lamongan.

Adapun peserta apel adalah siswa siswi MA Muhammadiyah 9 Lamongan dan MTs Muhammadiyah 15 Lamongan.

Dalam sambutannya menjadi pembina apel, Ketua PCM Lamongan Mulyono AR mengatakan marilah kita bangga menjadi warga Muhammadiyah, marilah kita bangga menjadi anak didik Muhammadiyah, marilah kita bangga menjadi santri-santri Muhammadiyah. “Karena dengan kebanggaan-kebanggaan kepada diri kita dan niat untuk membesarkan dan mengembangkan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Mulyono mengutip pesan dari KH Ahmad Dahlan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Ini adalah satu moto yang bisa dicerna warga Muhammadiyah sampai saat ini. Sehingga Muhammadiyah bisa berkembang pesat,besar dan mempunyai aset yang sangat luar biasa, seperti apa yang di amanah kan oleh pendiri Muhamadiyah KH. Ahmad Dahlan.

“Kita sebagai warga Muhammadiyah mulai dari pelajar, pemuda sampai dengan warga Muhammadiyah yang sudah dewasa harus bisa menjadi warga yang bisa memastikan diri kita sebagai warga yang muslim yang terbaik,” ungkapnya.

Jangan sampai kita sekadar menjadi muslim, namun harus menjadi muslim yang terbaik. “Apa muslim yang terbaik itu?” tanya dia.

Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat, ya Rasulullah apa Islam yang terbaik itu? Rasulullah menjawab Islam terbaik itu ialah suka memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang diketahui maupun orang yang belum di ketahui.

“Artinya dari hadist tersebut kita dimotivasi untuk menjadi manusia yang tidak bakhil, manusia harus peduli dengan kondisi sosial, manusia harus peduli dengan orang-orang yang membutuhkan, warga Muhammadiyah harus menjadi muslim yang terbaik, anak didik Muhammadiyah harus juga baik,” kata Mulyono.

Karena itu, hadist di atas harus kita jadikan untuk motivas untuk menjadi pelajar yang terbaik. Sehingga di Muhammadiyah akan tercipta muslim yang terbaik.

Santri-santri Al Mizan mengikuti apel milad. (Alfain/Klikmu.co)

Kemudian yang kedua, orang yang mengucapkan salam baik belum yang diketahui maupun sudah diketahui. Artinya, begitu kita berjumpa dengan orang, kita ucapkan salam. Karena salam adalah ucapan perdamaian, ucapan persatuan, saling mencintai.

Rasulullah pernah bersabda “Engkau tidak akan masuk surga kecuali telah beriman, dan engkau tidak beriman kecuali saling salam menyalam. Maukah kamu saya tunjukan hujan kamu laksanakan kamu menjadi saling menyayangi. Maka sebarkan salam”.

Salam mungkin dianggap remeh. Padahal ucapan salam adalah doa. Doa keselamatan, doa keberkahan, doa kerahmatan .

Karena itu, suatu kebanggaan jadi warga Muhammadiyah, menjadi pelajar Muhammadiyah, menjadi santri Muhammadiyah yang baik.

Menurut Mulyono jangan sampai santri Muhammadiyah meniru orang lain. Jadilah teladan dan jadilah contoh untuk orang lain. “Mudah-mudahan dalam momentum Milad Muhammadiyah ini, akan menjadikan kita sebagai manusia yang Robani,” tandasnya.

Apa maksudnya manusia yang Robani? Yaitu manusia yang selalu mempelajari Alquran dan sunnah Rasul. Kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan mengajarkan kepada orang lain.

Ini adalah cita-cita kita sebagai menjadi pendidik perguruan Muhammadiyah, sebagai pimpinan-pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah. Hendaknya Muhammadiyah menjadi manusia-manusia yang Robani. Manusia yang selalu mempelajari Alquran, Sunnah Rasul dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan akhirnya mengajarkan kepada orang lain.

Itu adalah keuntungan besar. Apabila kita bisa melaksanakan. Dan kita bisa menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga menjadi masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Seperti yang dicita-citakan Muhammadiyah,” ungkap ketua PCM Lamongan itu.

Setelah kegiatan apel, Cicik Syamsiar Hidayati memimpin kuis pertanyaan tentang Muhammadiyah. Cicik memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai Muhammadiyah untuk Siswa MAM dan MTs. Mulai dari Sejarah Muhammadiyah hingga arti lambang Muhammadiyah. Lalu, yang bisa menjawab pertanyaan akan langsung mendapat hadiah. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here