Peristiwa Rengasdengklok dan Detik-Detik Proklamasi Terjadi di SDM Limas

0
88
Detik-detik pembacaan teks proklamasi Kemerdekaan RI yang diperankan guru SDM Limas. (Ali/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Drama kolosal sejarah Peristiwa Rengasdengklok dan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung di halaman SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) sebelum upacara bendera HUT Ke-78 RI dimulai, Kamis 17 Agustus 2023.

Kegiatan ini diperankan ustadz-ustadzah dan siswa-siswi SDM Limas melalui dubbing suara dan simulasi di halaman sekolah. Sholikin MPdI berperan sebagai Ir Soekarno, Muhammad Natsir MPdI sebagai Mohammad Hatta, sedangkan Mationo MA sebagai Achmad Soebardjo.

Siswono MPdI sebagai pengarah drama kolosal menyampaikan bahwa pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu. Berita ini sangat dirahasiakan oleh Jepang, tetapi tokoh-tokoh pemuda seperti Sutan Sjahrir, Wikana, Sukarni, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar berita dari siaran radio BBC London.

Mereka pun melakukan pertemuan, mengajak kepada golongan tua agar segera melaksanakan proklamasi dengan menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Akhirnya, Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo berunding menyusun teks proklamasi, kapan waktunya dan tempat teks proklamasi kemerdekaan dibacakan didampingi tokoh pemuda lainnya.

Ketiga tokoh golongan tua tersebut sepakat, sehingga menyuruh Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi. Setelah itu ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta.

Burhanudin Muhammad Diah (BM Diah) mendapatkan tugas menyebarkan proklamasi kemerdekaan ke seluruh Indonesia. Sedangkan Fatmawati bertugas menguntai bendera Merah Putih, dijahit dengan tangan karena saat itu sedang hamil besar. Sehingga pada 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur nomor 56, bendera itu dikibarkan dalam Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah itu dilanjutkan upacara bendera HUT Ke-78 RI. Diikuti seluruh jajaran PCM Wiyung Kota Surabaya periode 2022-2027, pengurus Komite Ikwam SDM Limas, guru dan karyawan perguruan Muhammadiyah Wiyung, siswa-siswi SDM Muhammadiyah 15, SMP Muhammadiyah 17, dan SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

Sebagai pembina upacara, Ketua PCM Wiyung H Suri Marzuki SE menyampaikan bahwa PCM Wiyung Bergema Bergerak dan Maju ke Depan Bersama.

“Mari kita bersatu padu, berkolaborasi bersama pimpinan, komite sekolah, guru dan karyawan, siswa-siswi baik itu SDM Muhammadiyah 15, SMP Muhammadiyah 17, SMA Muhammadiyah 9 Surabaya untuk mewujudkan pendidikan berkemajuan di era kemerdekaan ini,” seruh Suri panggilan akrabnya di hadapan peserta upacara. (Ali Shodiqin/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini