Perjuangan Tak Kenal Lelah Warga Pakel Gugat PT Bumi Sari lewat Aksi Nasional

0
395
Herman, warga Desa Pakel Banyuwangi, saat aksi di depan gedung ATR/BPN Jatim. (Istimewa/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sejumlah perwakilan warga Desa Pakel, Banyuwangi, dan Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Kedaulatan Agraria (Tekad Garuda) turun ke jalan secara serentak untuk melakukan aksi nasional, Kamis (17/6/2021). Mereka turun di Mabes Polri, Kantor Wilayah ATR/BPN Jakarta, Jawa Timur, serta Banyuwangi.

Tujuan utama aksi nasional tersebut tidak lain untuk menyerahkan petisi yang digalang beberapa waktu sebelumnya dan telah ditandatangani 15 ribu orang yang mendukung warga Desa Pakel dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, mereka mempersoalkan hak guna usaha (HGU) PT Bumi Sari dan meminta pemerintah untuk mencabutnya karena diklaim merampas lahan warga.

Koordinator Walhi Jatim Rere yang turut serta dalam barisan Tekad Garuda menjelaskan, poin dari petisi ini sebetulnya dua saja. Pertama, hentikan kriminalisasi terhadap warga Pakel. Kedua, cabut HGU PT Bumi Sari. “Dua ini kan yang menjadi masalah utama dari warga pakel,” ujarnya kepada KLIKMU.CO.

Meskipun perwakilan warga Desa Pakel bersama Tekad Garuda telah bertemu dan duduk bersama perwakilan ATR/BPN di Jawa Timur, keduanya masih menemui jalan buntu. Tekad Garuda juga mengajukan gugatan sengketa informasi untuk menuntut transparansi publik dari pihak ATR/BPN.

“Itulah kenapa kami mengajukan gugatan sengketa informasi. Kan kami minta ke BPN, udah ini dibuka aja mana data HGU-nya mana petanya. Nah, BPN nggak mau menjawab, menolak merespons permintaan informasi. HGU itu informasi publik. Nggak boleh ditutup-tutupi. Sudah ada yurisprudensi putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa hak guna usaha (HGU) perkebunan itu termasuk dalam informasi publik dan harus dibuka ketika ia diminta,” tegasnya.

Belum jelas alasan pihak ATR/BPN tidak menjelaskan duduk perkara dan gelagat mencari jalan keluar atas kasus sengketa tanah ini. Rere juga menceritakan kejanggalan dalam proses audiensi tersebut.

Di Mabes Polri, Ketua Rukun Tani Sumberejo Pakel Harun  dan selaku mediator tim hukum Tekad Garuda Wawa juga turut menyerahkan petisi dukungan terhadap perjuangan warga, “Jadi, kami juga menyerahkan plakat petisi yang kita buat di Change.org di mana sebanyak 15.000 orang sudah menandatangani petisi tersebut,” terang Wawa.

Menurutnya, dalam kasus ini, warga tidak hanya melakukan aksi, tetapi juga bisa beraudiensi dengan pihak Polri dan ATR/BPN. Ada tiga  hal yang dibahas perwakilan yang ditemui Kabag Puspenmas Humas Mabes Polri Rina. Pertama, persoalan kriminalisasi terhadap warga. “Kami minta Mabes Polri untuk menghentikan kriminalisasi terhadap warga,” ujarnya.

Kedua, mereka meminta diusut dugaan korupsi perizinan HGU yang dilakukan ATR/BPN sehingga memunculkan HGU PT Bumi Sari yang sejatinya di HGU itu tidak ada wilayah Pakel yang masuk dalam konsesi HGU PT Bumi Sari.

“Ketiga, kami menyerahkan dokumen-dokumen baik akta 1929 sampai HGU PT Bumi Sari yang 2018, yaitu HGU 155, dan juga keputusan Mendagri yang menyatakan bahwa wilayah yang diklaim sebagai wilayah PT Bumi Sari adalah wilayah Pakel,” terangnya.

Dari Surabaya, Herman warga Desa Pakel yang turut aksi, menjelaskan mengapa aksi nasional ini harus digelar. “Sebenarnya kami melakukan aksi karena penyebab pertamanya itu kenapa kita ke BPN? Tujuan kita ke BPN itu karena kami mencurigai ada korupsi perizinan, makanya kami meminta untuk ATR/BPN untuk mencabut HGU PT Bumi Sari,” paparnya.

Ketika ditanya harapan yang diinginkan sebagai salah satu bagian dari masyarakat Desa Pakel, Herman mengungkapkan sederhana saja.

“Kalau petani, semua petani di Pakel mungkin harapannya sederhana, cuma pengen bertani dengan tenang. Kalau memang proses hukum, ya ayo diproses dengan benar. Kalau memang Pakel salah, ya udah. Tapi, ini bukan masalahnya. Udah dua kali proses hukum tersangka, tapi kita di pengadilan menang lagi dinyatakan tidak bersalah. Padahal, nggak ada apa-apa. Sejujurnya cuman itu keinginan kami cuman. Ingin bertani dengan tenang tanpa gangguan dari pihak mana pun,” bebernya. (Adi/AS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here