Perkemahan HW Resmi Ditutup, Ini Pesan Kepala Sekolah

0
37
Acara penutupan perkemahan Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 10 Surabaya di Wana Wisata Dlundung, Mojokerto, pada 15 November 2023. (M. Khoirul A/Klikmu.co)

Mojokerto, KLIKMU.CO – Perkemahan Hizbul Wathan resmi ditutup. Dengan demikian, usai sudah Perkemahan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 10 Surabaya di Dlundung Trawas, Mojokerto , Selasa-Rabu (14-15/11).

Acara penutupan dilaksanakan Rabu mulai pukul 13.00-14.00 dan diikuti seluruh peserta Pandu HW, pembina, dan guru. Dalam sambutan acara penutupan perkemahan HW, Kepala SD Muhammadiyah 10 M Khoirul Anam MPdI tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya atas sukses dan lancarnya acara.

“Saya dan guru merasa bahagia. Acara perkemahan ini bisa berjalan lancar. Cuacanya bersahabat, kemarin siang panas sore sampai hari ini mendung terasa adem. Anak-anak bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik. Walaupun ada temanmu yang sakit, tapi ia tetap semangat. Semoga semuanya sehat dan yang sakit cepat sembuh,” harapnya.

Di hadapan 223 peserta, anggota Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Simokerto ini mengatakan, selama 2 hari 1 malam anak-anak telah dididik dan dilatih (diklat) oleh kakak pembina. Banyak hal yang didapatkan dari perkemahan ini.

Pertama, dilatih disiplin. Selama perkemahan anak-anak dilatih menjadi kader yang disiplin. Terutama disiplin waktu, shalat jamaah tepat waktu, bangun pagi, makan, dan menjalankan tugas tepat waktu.

“Karena ini sudah menjadi peraturan dalam perkemahan ini,” tegasnya.

Kedua, melatih tanggung Jawab. Khoirul Anam menjelaskan bahwa anak-anak dilatih bertanggung jawab. Hal yang penting dalam perkemahan ini akan membentuk mereka menjadi anak yang bertanggung jawab, baik secara pribadi maupun kelompok, baik sebagai anggota maupun ketua regu.

“Semua punya tugas dan kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan,” imbuhnya.

Ketiga, belajar dekat dengan alam. Selama berkemah, anak-anak diajak menyatu dengan alam tujuan agar mereka mencintai lingkungan.

“Bagaimana rasanya tidur di alam terbuka? Tidur beralas rumput berguling batu, enak tidak? Enak, karena kita bisa merasakan bersama-sama dengan teman-teman,” ujarnya.

Keempat, persahabatan. Di tempat yang jauh dari rumah ini kita diajarkan pentingnya persahabatan. Saling membantu, saling mengasihi, saling bekerja sama.

“Di tempat ini kalian merasakan bagaimana senasib seperjuangan. Dan itulah yang membuat persahabatan semakin erat,” kata anggota LDK PP Muhammadiyah ini.

Masih banyak ilmu dan pengalaman yang bisa anak-anak dapatkan diperkemahan ini.  

“Oleh karena itu, saya anggap sukses kalau kalian bisa menerapkan ilmu-ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Datang ke sekolah tidak terlambat, tugas-tugas sekolah dan di rumah diselesaikan dengan baik. Menjaga kebersihan lingkungan, tidak ada yang membully dan mengolok-olok teman,” pungkasnya.

(M. Khoirul Anam/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini