Perspektif Haidir #69: Vaksinasi Syariah di Australia dan Bonus Burger

0
112
Haidir Fitra Siagian adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Pemerintah Australia kini sedang gencar melaksanakan vaksinasi bagi penduduk  bermukim di negeri ini. Tidak hanya warga negara, tapi termasuk orang-orang yang sedang tinggal atau datang untuk urusan apapun. Termasuk kami warga dan keluarga Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan. Bahkan pun jika berstatus pengungsi, misalnya.

Vaksinasi ini dilakukan secara massal di berbagi lokasi setiap saat secara tertib. Ada di mall, ada di rumah sakit, ada juga di lapangan. Sebelum ikut vaksin, warga harus   mendaftar terlebih dahulu. Yang tidak mendaftar, dianjurkan untuk tidak datang. Bagi mereka yang sudah mendaftar, diminta datang pada jam yang ditentukan. Supaya tidak antri atau berkerumun bahkan berdesak-desakan di lokasi vaksinasi.

Mendaftar pun tak perlu datang ke kantor, dilakukan secara online. Isi nama dan identitas lainnya pada formulis online yang ada pada web departemen kesehatan atau penyelenggara kegiatan. Dan semuanya gratis. Itulah salah satu bentuk profesionalisme aparatur dalam melaksanakan tugasnya. Pun saya amati, tidak ada seremonial pembukaan ataupun kunjungan dari pejabat pemerintah. Semua berjalan dengan normal saja.

Dalam satu bulan terakhir ini  khusus di kawasan Wollongong, kasus Covid-19 cukup terkendali. Tidak begitu banyak kasus yang ditemukan. Beberapa waktu lalu memang ada ditemukan dua-tiga kasus. Berbeda dengan di Kota Sydney. Kasusnya cukup berat, bahkan sudah mencapai 1000 kasus per hari dalam satu minggu terakhir. Itu pula sebabnya sudah awa wacana bahwa pembatasan atau lockdown total kemungkinan akan berlangsung hingga November nanti bahkan sampai akhir tahun ini.

Untuk mempercepat pemulihan situasi dan memperlambat penyebaran virus, pemerintah Australia sangat gencar melakukan vaksinasi. Semuanya diharapkan mendaftar dan ikut vaksin. Kampanye di berbagai media sudah dilakukan, setiap saat dan dalam banyak variasi. Namun demikian, tidak semua warga atau penduduk di sini mau melakukan vaksin. Bukan hanya karena malas atau takut, tapi ada faktor lain.

Dari pemberitaan media, pernah dikemukakan beberapa hal yang membuat orang tidak mau ikut vaksin. Alasan politis, khawatir ditangkap, tidak percaya Covid-19, dan lain-lain. Namun bagi sebagian umat Islam khususnya di Wollongong, ada alasan karena persoalan syariah. Apa maksudnya?

Memang sebagian umat Islam sangat ketat dalam menjalankan syariat. Ada juga yang longgar atau istilahnya moderat. Sementara itu sebagian lagi, ada yang tidak peduli dengan syariat. Mereka yang sangat ketat dengan syariat adalah antara lain umat Islam keturunan Timur Tengah.

Misalnya adalah bahwa seorang wanita tidak boleh bersentuhan dengan lelaki lain, meskipun untuk tujuan medis. Bahkan untuk sekedar bertatapan muka saja. Seorang suami tidak rela jika istrinya harus disuntik oleh seorang lelaki perawat. Demikian pula seorang muslim, enggan nanti jika lengannya dipegang oleh wanita bukan mahramnya.

Tentu hal ini tidak bisa disalahkan begitu saja. Kita harus menghargai sikap kefanatikan mereka dalam beragama. Berbeda dengan kita di Indonesia. Saya perhatikan  di media, hampir sebagian foto yang beredar terkait vaksinasi, lelaki disuntik oleh perempuan. Perempuan mengunggah fotonya sudah divaksin oleh perawat lelaki. Bagi sebagian kita, hal itu tidak apa-apa. Tergantung “bede” niatnya.

Nah, bagi umat Islam keturunan Timur Tengah, tidak demikian. Apapun alasannya, mereka tidak mau menerima kalau lelaki yang bukan menyuntik perempuan, dan sebaliknya. Ini tidak boleh dicerca atau dihina. Justru harus dicarikan solusinya. Sebagai gambaran di sini kalau berobat ke rumah sakit, ada pilihan; siapa yang anda ingin memeriksa? Lelaki atau perempuan. Itu adalah hak seorang pasien.

Masjid Omar Wollongong, Australia. (Foto Haidir Fitra/KLIKMU.CO)

Itulah yang terjadi di Masjid Omar Wollongong, kemarin. Sejak minggu lalu, pengurus masjid telah mengumumkan akan ada program vaksinasi di masjid ini. Tentu diumumkan pula yang akan memaksin adalah perawat perempuan bagi muslimah dan perawat lelaki bagi ikhwan.

Sehingga ramailah umat Islam yang ikut vaksin kemarin. Beginilah antara lain cara pengurus masjid berpartisipasi dalam program pemerintah. Mendatangkan pihak departemen kesehatan Australia ke masjid untuk melakukan vaksinasi secara syariat.

Satu lagi yang perlu saya tambahkan adalah pengurus masjid memberi hadiah kepada setiap jamaah yang ikut vaksin. Masing-masing dapat satu porsi burger daging. Gratis. Padahal biasanya harga per paket burger adalah sekitar $12 atau sekitar seratus dua puluh ribu Rupiah.

Sudah divaksin secara gratis. Dilakukan secara syariat, pun dapat makanan enak pula. Alhamdulillah.

 

Wassalam

Gwynneville, 03.09.21

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here