Pesan Terakhir KH Nadjib Hamid: Aktivis Dakwah Juga Wajib Jaga Kesehatan

0
1047
KH Nadjib Hamid (lima dari kiri) saat bersama ofisial PSHW Jatim dan PSHW Babat. (Eko Hijrahyanto Erkasi/Klikmu.co)

Oleh: Eko Hijrahyanto Erkasi *)

KLIKMU.CO

Berita lelayu kepergian KH Nadjib Hamid pada Jumat (9/4/2021) untuk menghadap Allah SWT sangat membuat para aktivis dakwah, khususnya aktivis Muhammadiyah, begitu kehilangan. Tentu semua ini karena begitu luar biasanya Pak Nadjib sebagai motor penggerak para aktivis Muhammadiyah di Jawa Timur, sehingga ikatan batin di antara para aktivis Muhammadiyah begitu erat dan kuat.

Sesungguhnya secara pribadi saya dengan Pak Nadjib jauh sebelum ini tidak begitu dekat. Namun, sejak perhelatan Family Gathering Keluarga Sang Surya ke-8 di Agro Mulia Prigen Pasuruan, intensitas komunikasi kami semakin sering. Terlebih lagi saat PS Hizbul Wathan Babat yang dimiliki PC Pemuda Muhammadiyah diundang ke PWM untuk menyampaikan kesiapannya mengahadapi Liga Hizbul Wathan di Yogyakarta sebagai wakil dari Jawa Timur yang tentunya membawa nama Muhammadiyah Jawa Timur.

Tampak begitu luar biasa perhatian beliau kepada kami yang ada di cabang dengan memberikan arahan-arahan bagaimana PSHW Babat bisa membawa nama baik Muhammadiyah Jawa Timur dan jangan sampai mengecewakan. Sehingga dengan begitu terjadilah komunikasi yang baik antara PS Hizbul Wathan Babat dan PS Hizbul Wathan Jatim untuk meramu kekuatan tim yang berlaga di Liga Hizbul Wathan. Sayangnya kelanjutan liga Hizbul Wathan masih belum diketahui seiring dengan mundurnya jadwal Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta dikarenakan pandemi Covid-19.

Kesederhanaan dan kerendahan hati beliau memang sungguh luar biasa. Sosok wakil ketua PWM Jatim ini tak segan, ringan tangan, ringan kaki, dan sangat egaliter. Kesan ini nampak bagi saya pribadi saat beliau dalam perjalanan menghadiri suatu acara di Tuban dan menyempatkan menghubungi saya untuk menunggu di ujung jalan gang rumah saya karena beliau memang melewati jalan ini, rupanya beliau membawakan saya sebuah buku yang berjudul “Mohammad Nadjikh Penggerak Saudagar Muhammadiyah”, begitu sangat bersahabatnya beliau kepada kita semua.

Sebulan yang lalu adalah kesempatan terakhir bertemu dengan beliau di kediamannya di Jalan Ubi Surabaya dengan maksud untuk mengambil pesanan buku yang berjudul “Jangan Tinggalkan Aku Sendiri” karya Pak Nur Cholis Huda. Pagi betul saya sampai di rumah beliau dan rupanya beliau sudah di ruang tamu sambil menghadap laptop. Pada kesempatan itu kami sempat berdiskusi beberapa hal terkait aktivitas dakwah di Muhammadiyah, termasuk persoalan beberapa asset yang dulunya dikelola oleh Muhammadiyah, namun sekarang sudah berpindah tangan dikelola oleh pihak lain.

Dalam catatan beliau setidaknya ada dua hal yang menyebabkan hal itu terjadi, yaitu kurangnya orang-orang kita (warga Muhammadiyah di sekitar aset) dan perlunya asset itu diserahkan kepada Muhammadiyah secara hukum. Di akhir perbincangan, beliau pun bercerita tentang kondisi kesehatannya pasca mendapatkan perawatan di rumah sakit beberapa saat yang lalu dan memerlukan berbagai tindakan medis. Lantas beliau menyampaikan bahwa, “Kita ini sebagai aktivis dakwah sering terlupakan untuk menjaga kesehatan. Kita sangat bersemangat dengan mobilitas tinggi namun mengesampingkan alarm tubuh kita, dan kita akan merasakan saat sakit itu tiba. Maka sebagai aktivis dakwah, kita juga harus aware dan menjaga betul kesehatan kita,” pungkasnya.

Kini sang penggerak dakwah telah meninggalkan kita semua. Kelanjutan pergerakan dakwah Muhammadiyah pun sekarang ada di pundak kita semua. Selamat jalan Pak Nadjib, engkau orang baik, semoga Allah menerima segala amal ibadah dan mengampuni segala kesalahannya. Aamiin.

*) Ketua MPM PCM Babat dan Bendahara PCPM Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here