Pilih Al-Quran atau Pancasila, Pertanyaan yang Lecehkan Agama

0
272
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Kompas.com)

KLIKMU.CO – Beberapa pegawai KPK yang ikut tes wawasan kebangsaan (TWK) mengaku, dari 200 pertanyaan yang dilayangkan asesor kepada mereka, ada sejumlah pertanyaan yang absurd, tendensius, dan bahkan melecehkan. Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus berpandangan, pertanyaan asesor itu salah dan berpotensi memecah belah bangsa.

“Seperti, apakah dirinya bersedia menerima donor darah dari agama lain, kemudian apakah mengucapkan Hari Raya Natal kepada umat Kristen. Kenapa belum menikah, apakah bersedia melepaskan jilbab demi bangsa dan negara,” tutur Guspardi, Senin (7/6/2021).

Kemudian, ada pertanyaan yang mengharuskan pegawai KPK memilih salah satu antara Al-Quran atau Pancasila. Sebagai umat Islam, kata dia, tentu harus berpegang teguh kepada Al-Quran. Tapi, kalau sebagai warga negara tentu harus berpegang pada Pancasila sebagai ideologi negara.

“Jadi, suatu keganjilan jika para pegawai KPK ‘dipaksa’ memilih salah satunya. Padahal, keduanya saling berkaitan dan harus saling menguatkan,” tutur legislator asal Sumatera Barat itu.

Guspardi menilai pertanyaan tentang Al-Quran dan Pancasila itu tidak sesuai dengan pasal 29 UUD 1945 pasal 2 yang berbunyi: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Jadi, tegas dia, pertanyaan yang mengharuskan memilih antara agama dan Pancasila adalah pertanyaan yang keliru, tidak ada relevansinya, dan cenderung dapat memecah belah bangsa ini.

“Seolah negara ini sedang mengalami ancaman berat dari agama. Enggak ada itu. Yang ada agama itu memberi proteksi dan perlindungan pada kita pribadi, kepada negara ini. Dan Pancasila berjalan beriringan dengan Agama,” tegas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumnya Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra juga menyebut TWK dalam rangka alih status pegawai KPK menjadi ASN telah melecehkan agama. Menurutnya, dalam TWK itu ada soal yang mempertentangkan Pancasila dengan Al-Quran.

“Kenapa menyimpang? Karena isinya banyak mengandung pelecehan. Pelecehan terhadap agama. Mempertentangkan Al-Quran dengan Pancasila, misalnya,” ucap Azyumardi dalam Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu lalu (2/6/2021).

Azyumardi pun menegaskan bahwa Al-Quran dan Pancasila tidak bisa dipertentangkan. Sebab, keduanya mempunyai posisi yang berbeda. Dengan demikian, kata dia, Al-Quran dan Pancasila tidak bisa dihadapkan menjadi suatu pilihan. “Karena posisinya beda. Keduanya bisa diterima,” tegasnya.

Karena itu, Azyumardi menilai pihak yang membuat pertanyaan itu justru telah melukai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. “Di sini kita melihat apa yang dilakukan oleh pimpinan KPK itu sama sekali tidak adil dan beradab. Dari pertanyaan-pertanyaannya jelas sekali tidak beradab dan membiarkan TWK seperti itu juga tidak beradab,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here