Politik Sandal Jepit: Simbol Kekuatan Politik PDIP

0
120
Gus Dr Sholikh (kiri) bersama H Said Abdullah (Ketua Banggar DPR RI dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur). (Dok penulis)

Oleh: Gus Dr Sholikh

Politik sandal jepit merupakan simbol kekuatan politik PDIP. Ungkapan ini disampaikan oleh H Said Abdullah (Ketua Banggar DPR RI dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur) pada saat kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan oleh DPD Bamusi Jawa Timur di Surabaya (31/3/2024).

Tulisan ini mencoba menafsirkan makna dari pernyataan Said Abdullah terkait makna politik sandal jepit sebagai simbol kekuatan PDIP. Berdasarkan kajian Ifan Prasya, ada enam filosofis yang bisa kita ambil pelajaran dari sandal jepit.

Dari enam makna filosofi tersebut, saya pakai untuk memahami posisi penting PDIP dalam kancah perpolitikan di Indonesia yang selama perhelatan tiga kali Pemilu 2014-2019-2024 selalu menang atau hat-trick.

Tentu capaian ini sebuah prestasi politik yang luar biasa dan belum ada partai politik di Indonesia yang menyamai. Dan ini menunjukkan bahwa PDIP adalah partai politik pilihan dan dicintai mayoritas masyarakat Indonesia.

Enam makna politik sandal jepit adalah: pertama, semahal dan sebagus apapun sandal jepit tetap saja di bawah. Makna politiknya walaupun PDIP sebagai partai pemenang pemilu (hat-trick), tetapi tetap merendah tidak jemawa, selalu tetap di bawah bersama rakyat dan wong cilik.

Kedua, sandal jepit selalu rela dilepas untuk hal yang besar. Makna politiknya orientasi atau tujuan politik PDIP selalu bergerak ke depan (politik berkemajuan) untuk kemajuan, kesatuan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Bukan politik kerdil yang hanya berorientasi kelompok atau golongan, tetapi untuk visi Indonesia yang lebih luas dan besar ke depan.

Ketiga, sandal jepit setia dan sabar menunggu pemiliknya. Makna politiknya sikap politik PDIP selalu menjaga komitmen politik tidak mudah berkhianat hanya demi kepentingan politik sesat. Dan selalu sabar dalam berpolitik, walaupun dihujat dan ditinggalkan para kader PDIP tetap berdiri kokoh dan setia kepada tanah air Indonesia.

Keempat, sandal jepit selalu siap jika dibutuhkan. Makna politiknya PDIP selalu hadir di tengah masyarakat Indonesia, melalui kebijakan-kebijakan prorakyat demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, PDIP selalu hadir membantu untuk meringankan dan menyelesaikan persoalan rakyat mulai persoalan ekonomi kemiskinan, pendidikan, bencana, pengangguran, dan sebagainya.

Kelima, sandal jepit bergaul tanpa pandang bulu. Makna politiknya PDIP selalu berada di tengah dan merangkul semua suku, kelompok, agama, ras, dan golongan yang ada di tengah masyarakat. PDIP selalu terbuka bagi semua kelompok masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Artinya PDIP adalah rumah kebangsaan dan politik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Keenam, sandal jepit selalu dicari dan tidak ingin hilang. Makna politiknya PDIP selalu diganti dan ingatan rakyat Indonesia. Hal itu terbukti dari kepercayaan rakyat memilih pilihan politik ke PDIP sehingga menang hat-trick dalam sejarah pemilu di Indonesia tahun 2014-2019-2024. Hal ini bukti PDIP dicintai, dicari, dan disayang rakyat Indonesia atau PDIP selalu di hati.

Demikian tafsir politik terkait makna dari politik sandal jepit, simbol kekuatan politik PDIP. Semoga PDIP selalu berdiri bersama di tengah wong cilik.

Gus Dr Sholikh
Direktur InSID For Research and Humanity Indonesia & Pengkaji Pemikiran Bung Karno

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini