PP Muhammadiyah Usulkan Pemilu Pakai Sistem Proporsional Tertutup

0
141
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti (kanan) bersama Ketua KPU RI Hasyim Asyari saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2023).

Jakarta, KLIKMU.CO – PP Muhammadiyah mendukung pemilihan legislatif dengan sistem proporsional tertutup atau terbuka terbatas dalam Pemilu 2024 mendatang. Sebab, Muhammadiyah menilai sistem proporsional terbuka yang diterapkan saat ini mengandung sejumlah masalah.

Sistem proporsional tertutup adalah penentuan calon legislatif yang terpilih bukan atas dasar suara yang diperolehnya. Namun mengacu pada dasar perolehan suara partai politik. Artinya, pemilih hanya mencoblos partai politik. Parpol-lah yang kelak berwenang menentukan anggota dewan yang berhak duduk di parlemen mewakili suatu daerah pemilihan.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, hal tersebut juga merupakan usul Muhamadiyah sejak Pemilu 2014 dan telah sesuai dengan amanah Muktamar Ke-48. “Pemilu dengan sistem proporsional tertutup atau terbuka terbatas bisa mengurangi kanibalisme politik atau saling jegal antarcalon. Hal ini tentu saja dapat meredam nafsu kampanye hitam,” ujar Abdul Mu’ti di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (3/1/2023).

Mu’ti berharap dengan perubahan sistem itu, kanibalisme politik bisa dikurangi. Yakni, sesama calon saling menjegal satu sama lain sehingga berpotensi menimbulkan polarisasi politik.

Selain itu, kata Mu’ti, sistem proporsional tertutup akan mampu menutup rapat-rapat timbulnya fenomena pemilihan caleg berdasarkan popularitas, bukan kapabilitas. Artinya, sistem ini dapat mengurangi populisme politik, yaitu pemilihan tidak lagi berdasarkan efek ekor jas dari popularitas caleg di lapangan, melainkan kualitas partai politik secara umum.

Persoalan ini kemudian berkelindan dengan terbukanya celah politik uang untuk mendongkrak raihan suara di lapangan. Sistem proporsional tertutup atau terbuka terbatas dapat mengurangi money politics.

“Karena kemudian muncul siapa yang punya kekuatan kapital yang paling kuat itu juga menjadi masalah yang menimbulkan money politics,” ucap Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.

Dengan menggunakan sistem proporsional tertutup, partai politik yang akan bertarung pada Pemilu 2024 nanti diharapkan bersungguh-sungguh menyiapkan kadernya yang akan duduk di parlemen.

“Sebab, peran lembaga legislatif itu secara konstitusional sangat besar. Sehingga kualitas mereka tentu akan menentukan tidak hanya kualitas produk legislasi, tapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara,” tandasnya. (AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini