Prof Susiknan, Ahli Falak Muhammadiyah Peraih Rekor MURI

0
305
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Susiknan Azhar mendapat rekor MURI. (Dok Muhammadiyah)

KLIKMU.CO – Warga Persyarikatan patut berbangga dengan prestasi yang diraih oleh anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Susiknan Azhar. Pasalnya, dengan ketekunan dan konsistensinya selama puluhan tahun dalam mengumpulkan berbagai macam Jadwal Imsakiah Ramadhan yang berasal dari 41 negara, akhirnya diapresiasi dan diberi penghargaan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Apalagi, ilmu falak ini merupakan ilmu yang langka dan tidak banyak yang menguasai ilmu tersebut. Terlebih lagi, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini berhasil mengumpulkan Jadwal Imsakiah Ramadhan yang berasal dari 41 negara. Sungguh ini membutuhkan perjuangan yang luar biasa.

“ . Bertahun-tahun kami mengumpulkan berbagai Jadwal Imsakiah di Dunia. Banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi sekaligus banyak ilmu pengetahuan yang bisa dinikmati,” kata Prod Susiknan, Senin (30/05/2021).

Adapun 41 negara itu di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Saudi Arabia, Kuwait, Oman, Uni Emirat Arab, Mesir, Syiria, Irak, Iran, Sudan, Tunisia, Libanon, Palestina, Maroko, Al-Jazair, Libya, Afrika Selatan, Pakistan, India, Taipei, Jepang, Korea Selatan, Australia, Turki, Amerika, Inggris, Austria, Perancis, Jerman, Swedia, Denmark, Irlandia, Belanda, Polandia, Italia, Bosnia dan Philipina.

Menurut Prof Susiknan, selama masa pandemi Covid-19 ini dirinya memanfaatkan waktu untuk menata berbagai Jadwal Imsakiah yang terkumpul selama ini, sehingga semakin memudahkan untuk melihatnya.
Oleh karena itu, ia sangat bersyukur perjalanan panjang yang dilakukannya itu tidak sia-sia, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengapresiasi dan memberi penghargaan sebagai Pemegang Rekor MURI Kolektor Jadwal Imsakiah Ramadan dari Negara Terbanyak.

“Salah satu koleksi Jadwal Imsakiah yang menarik pihak MURI adalah Jadwal Imsakiah yang telah berusia 85 tahun, itu menurut kalender hijriah atau 83 tahun menurut kalender syamsiah. Tepatnya jadwal Imsyakiah yang terbit pada tahun 1357 H/ 1938 M,” tuturnya.

Penghargaan tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa menginsiprasi kawan-kawannya semua untuk selalu bermanfaat bagi kemajuan studi astronomi Islam. “Semoga ini dapat menginspirasi semuanya,” pungkasnya. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here