Pusat Kajian Halal UMBandung Beri Pendampingan Sertifikasi 35 UMKM

0
85
Ketua Pusat Kajian Halal UMBandung Saepul Adnan saat menyampaikan materi pada acara pendampingan teknis mengenai sistem jaminan halal serta pengisian formulir ajuan sertifikasi halal di Aula Kampus Politeknik LP3I. (Dok. Pusat Kajian Halal UMBandung/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Sebanyak 35 UMKM se-Bandung raya yang tergabung dalam tenant Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I mendapatkan pendampingan teknis mengenai sistem jaminan halal serta pengisian formulir ajuan sertifikasi halal.

Saat ini baru saja diimplementasikan prosedur sertifikasi halal melalui BPJPH. Pengajuan sertifikat halal dapat dilakukan secara mandiri oleh UMKM dengan bantuan penyelia halal, baik dari dalam maupun luar perusahaan.

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Aula Kampus Politeknik LP3I Bandung, Jumat (10/9/2021).  Sebelumnya dilakukan pematerian secara daring mengenai sistem jaminan halal.

Pendampingan ini diberikan oleh perwakilan Pusat Kajian Halal UMBandung, yaitu Saepul Adnan (dosen Teknologi Pangan), Qori Atur R. Suhada (dosen Bioteknologi), dan Luthfia Hastiani (dosen Bioteknologi).

Saepul Adnan sebagai Ketua Pusat Kajian Halal UMBandung mengatakan, semua UMKM harus selalu bersemangat dalam memenuhi aspek halal pada produk ataupun prosesnya.  Dia menyatakan, komitmen menghadirkan produk yang halal dan tayib adalah salah satu jalan menuju surga karena halal merupakan syariat yang menyelamatkan. “Soal peningkatan penjualan, itu mah bonus,” ujar alumnus ITB ini.

Sementara itu, Ketua Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I Dr Prima Vandayani berharap ke-35 tenant ini dapat progresif memenuhi segala aspek izin usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya.  Perempuan yang akrab disapa Vanda ini menambahkan, kegiatan ini merupakan program kerja sama dari Kemenkop berupa rangkaian kegiatan yang cukup panjang, yakni Agustus sampai Desember mendatang.

”Selain halal, tenant juga mendapatkan pendampingan izin lainnya meliputi BPOM, PIRT, HKI, SNI, dan sebagainya,” ujar Vanda.

Pada waktu yang sama, Tina, pelaku usaha makanan ringan dari Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa pendampingan ini sangat bermanfaat. “Jadi, lebih jelas untuk proses pengajuan halal,” ucapnya.

Ibu yang sudah menjalankan usahanya selama enam tahun ini berharap tidak mengalami kesulitan saat pengajuan sertifikasi halal. Dia juga berharap UMKM bisa bangkit lagi setelah kegiatan usaha sempat menurun akibat pandemi covid-19. (Luthfia/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here