Rajin Bersyukur dan Berbuat Baik Ternyata Jiwanya Lebih Bahagia

1
124
Mationo MA (kanan) guru senior SD Muhammadiyah 15 Surabaya saat memberikan tausiah Halalbihalal dan Silaturahmi SD Muhammadiyah 15 Surabaya. (Ali/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO  – Halalbihalal dan Silaturahmi Keluarga Besar SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) guru maupun karyawan berlangsung Selasa (10/5) di Masjid At Taqwa Perguruan Muhammadiyah Wiyung Kota Surabaya. Acara ini berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Kepala SD Muhammadiyah 15 Surabaya Sholikin MPdI mengawali acara Halalbihalal dan Silaturahmi dengan memberikan sambutan di hadapan semua guru dan karyawan yang hadir dalam kegiatan itu.

“Teman-teman, saya atas nama pribadi dan pimpinan sekolah menyampaikan selamat hari Raya Idul Fitri 1443. Mohon maaf lahir dan batin, Taqobalallahu Mina Waminkum Taqobbal Ya Kaariim, semoga berkah dan sehat selalu semua,” tutur Sholikin saat membuka kegiatan.

Kegiatan ini dilanjutkan pemberian tausiah yang disampaikan Mationo MA, guru senior SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Yono, panggilan akrabnya, memberikan tausiah tentang tiga faktor kunci penentu kebahagiaan.

“Kali ini kita akan mengulik sebuah ilusi tentang kesuksesan, yakni bahwa kita harus sukses dulu baru bisa bahagia,” katanya.

Demikianlah, lalu banyak orang yang mengejar kesuksesan materi demi menjadi bahagia. Namun, riset mutakhir tentang Psychology of Life menemukan fakta yang menarik. “Kita harus bahagia dulu baru bisa sukses. Bukan sebaliknya seperti yang selama ini diyakini banyak orang,” tegasnya.

Jadi, kata dia, yang benar adalah jiwamu harus bahagia dulu sebelum Anda bisa meraih keberhasilan. “Jiwa-jiwa yang bahagia adalah fondasi untuk meraih keberhasilan hidup yang hakiki,” sambung Yono sambil mencotohkan karyawan keberhasilan di sekolah ini yang selalu tersenyum, baik susah maupun bahagia, disambut tepuk tangan seluruh hadirin yang hadir dalam kegiatan ini.

Lalu, jika kebahagiaan adalah fondasi, cara apa yang harus kita rawat agar jiwa kita menjadi happy dan sumringah? Ada tiga langkah simpel yang bisa kita lakoni agar jiwa kita menjadi bahagia.

Pertama, rajin bersyukur. Studi-studi ilmiah menunjukkan bahwa orang yang tekun bersyukur jiwanya ternyata lebih bahagia.

Kedua, rajin berbuat kebaikan. Lalu, serangkaian studi ilmiah membuktikan orang yang rajin berbuat kebaikan, jiwanya ternyata lebih bahagia dibanding kebanyakan orang.

Ketiga, murah senyum. Sebab senyum itu sedekah. Dan sepotong senyuman akan selalu membuat jiwamu bahagia. Pada akhirnya, bahagia itu memang sederhana.

“Always refer to the advantages (positive factor) that have God given to us than many people who have the fate of less fortunate than us.” Bahagia & berbagi….!!! Bisa…..???? Have a nice long weekend. Semoga bermanfaat buat kita semua,” tanadas Yono sambil tersenyum menutup materi tausiah. (Ali Shodiqin/AS)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here