Saat Orang Tua Jadi Guru buat Anaknya di Sekolah, Begini Serunya…

0
990
Orang tua ajari anak-anaknya di SD Muhammadiyah 2 Peneleh Surabaya. (Indira/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Siang itu, di pekan kedua bulan Februari 2022 sorak sorai terdengar dari beberapa ruang kelas di SD Muhammadiyah 2 Peneleh Surabaya. Suara siswa bersahutan, bertanya jawab, dan bertepuk tangan sangat jelas terdengar. Kegembiraan mereka tidak seperti biasanya. Kelas terdengar riuh dengan canda dan gelak tawa.

Apa pasal? Rupanya hari itu siswa SD Muhammadiyah 2 kedatangan guru tamu. Orang tua atau wali murid mengajar di beberapa kelas siang itu. Selama satu pekan dari tanggal 7 Februari sampai tanggal 11 Februari 2022 siswa Sekolah Anak Sholeh merayakan pekan “Ortuku Guruku”.

Ini program yang pertama kali dilaksanakan saat sekolah mulai tatap muka terbatas. Selama pembelajaran daring (online) di semester ganjil lalu, siswa juga menyimak orang tua mengajar hanya melalui zoom cloud meeting.

“Program ini termasuk program kelas dimana guru kelas mengundang salah satu wali murid dengan profesi tertentu, apa pun profesinya kami berikan kesempatan mengajar atau menjadi guru,” kata Waka Kurikulum SD Muhammadiyah 2 Surabaya Ustadzah Nia.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan berbagai profesi, silaturrahim antara orang tua dengan sekolah, meningkatkan kebersamaan orang tua dan anak serta memberikan pengalaman orang tua untuk menjadi guru sesaat.

“Siswa saya sangat antusias sekali di kelas. Harapan kami dengan memberikan kesempatan pada orang tua mengajar, anak-anak bisa refreshing dan juga tidak bosan dalam kegiatan belajar,” jelas Ustadzah Ririn, guru kelas 4.

“Bagus banget programnya menurut saya. Bisa dibuat program reguler. Supaya anak-anak juga tau bermacam-macam pekerjaan dan berhubungan juga dengan cita-cita mereka. Jadi kalo mau tercapai harus belajar lebih tekun dan juga diimbangi dengan doa,” kata bunda dari Alfaro kelas 1 saat ditanya tentang kegiatan orang tua mengajar ini.

Kalau menurut Bunda Widya, kegiatan ini positif dan sangat menarik sekali, apalagi untuk edukasi. Anak-anak secara tdk langsung bisa tahu dan paham mengenai profesi yang ditekuni oleh orangtua temannya. Sedangkan selama ini mereka kurang begitu paham dan kurang peduli mengenai profesi masing-masing orang tua mereka.

“Anak-anak tadi juga terlihat senang saat saya memberikan materi,” lanjut ibunda dari Raihana Shafa kelas 6 ini.

“Mereka berebut untuk bertanya saat saya memberikan kesempatan tanya jawab,” imbuh bunda yang saat mengajar membawa banyak hadiah untuk dijadikan reward.

Sementara itu, ayah dari Kevin siswa kelas 5 sangat senang sekali mendapat kesempatan mengajar di program Ortuku Guruku ini. Program ini sangat menarik dan boleh dijadikan kegiatan rutin.

“Terima kasih buat sekolah sudah mengundang saya. Kegiatan ini sangat bagus orang tua bisa sharing pengalaman dan anak-anak bisa semangat menggapai cita-cita yang sesuai minatnya kelak,” Kata bunda dari Hafizah, kelas 4.

“Program yg sangat bagus sekali, bisa berbagi ilmu, pengalaman dan bisa berkesempatan berdialog langsung dengan anak-anak. Selain itu untuk memotivasi anak-anak lebih giat dan tekun belajar supaya bisa mandiri atau jadi bos,” terang ayah dari Alif, siswa kelas 2.

“Program Ortuku Guruku ini merupakan program yang sangat baik dan bermanfaat untuk siswa agar lebih mengenal profesi.
Hal ini juga baik karena siswa dapat penyegaran karena bukan monoton pengajar yang sama setiap harinya. Serta sangat inspiratif. Semoga hal yg baik ini bisa menjadi agenda rutin dan kapasitas audience bisa ditambah agar bisa mencakup ke kelas yang lebih banyak,” senada yang disampaikan ayah Luwwid, ayah dari Luna kelas 3. “Bravo SD Muda Surabaya,” lanjutnya.

Waka Kesiswaan Ustadz Zaki Fanani mengatakan wali murid yang sudah mengajar di kelas akan kami beri piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kami karena support orang tua sudah sangat besar.

Menurut kepala sekolah, pengalaman belajar bisa dengan siapa dan dimana saja. Pengalaman belajar dengan berbagai model dan metode diterapkan oleh SD Muhammadiyah 2. Salah satunya program Ortuku Guruku agar anak-anak terfaslitasi dan termotivasi dengan belajar langsung dari sumbernya.

“Akademik memanglah penting tapi yang tak kalah penting adalah life skill, yang nantinya akan banyak digunakan anak-anak kita dalam kehidupan ke depannya kelak,” kata kepala sekolah SD Muhammadiyah 2 ustadzah Choirotur Rosyidah. (Indira Yunia Elvi/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini