SD Musaba Gelar Pelatihan Robotika, Stik Es Krim hingga Kertas Dupleks pun Bisa Jadi Bahan

0
256
Fastabiqul Khoirot saat menjadi narasumber pelatihan robotika SD Musaba. (Eko/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 1 Babat (SD Musaba) menggelar kegiatan pelatihan robotika “Rope Climbing Robot” pada Ahad (17/10/2021) di Aula SD Musaba. Kegiatan yang melibatkan paguyuban wali murid SD Musaba ini menghadirkan tiga narasumber,

Yudhi Vernanda SSi, Fastabiqul Khoirot SPd, dan Ika Istiana Wati MSi dari Lamongan.

Kepala SD Muhaba Khusnia Rahmawati mengatakan, acara ini berjalan dengan baik dan lancar. Semua peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan robotika ini. “Suatu kebanggan bagi kami ada peserta yang berasal dari luar Babat Lamongan, yaitu dari Gresik dan Jember,” ucapnya.

Mengawali materi, Yudi Vernanda menyampaikan bahwa di era 4.0 mengharuskan inovasi pendidikan terus dikembangkan, termasuk pendidikan tentang teknologi robotika. Di negara-negara maju, teknologi robotika telah menjadi ikon penting, baik di dunia pendidikan maupun industri.

“Oleh karena itu, kita dituntut untuk memiliki wawasan yang luas tentang robotika,” tegasnya.

Dia menambahkan, SD Muhammadiyah 1 Babat bekerja sama dengan Creative Zone Indonesia berupaya mengembangkan pembelajaran robotika yang berbasis kreativitas. Sebab, ada kesalahan persepsi tentang pembelajaran robotika di masyarakat saat ini bahwa belajar robot itu hanya merakit.

“Jadi, di sini siswa tidak hanya merakit robot, namun juga bisa membuat robot dari bahan-bahan yang ada di sekitarnya, seperti stik es krim, kertas dupleks, lem, dan lain-lain. Tingkat kesulitan membuat robot pun sudah disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa. Jadi ada tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi,” terangnya.

Diharapkan, metode pembelajaran membuat robot berbasis kreativitas ini bisa menjadi bekal bagi generasi muda untuk menyongsong dan menghadapi era teknologi di masa depan.

Sementara itu, Ika Istiana Wati menyampaikan bahwa dalam pelatihan kali ini siswa membuat robot “Rope Climbing”. Robot ini berjalan seperti orang yang sedang memanjat tali atau bergantung pada tali.

“Anak-anak sangat antusias, apalagi ketika robotnya sudah jadi. Walaupun tidak semua robot yang dibuat berjalan dengan sempurna, siswa tetap antusias untuk memperbaikinya. Ini juga untuk melatih dan mengasah kreativitas dan menumbuhkan jiwa berjuang dan pantang menyerah, selain diperlukan ketepatan dan ketelitian dalam bekerja,” paparnya.

Diharapkan dengan terus memberikan kegiatan ini secara rutin, akan tertanam nilai-nilai positif pada jiwa anak-anak.

“Insyaallah progres kegiatan ini akan ditindaklanjuti oleh SD Musaba. Karena robotik merupakan kegiatan ektrakurikuler SD Musaba,” kata Fastabiqul Khoirot yang juga menjadi narasumber dan pembina robotik SD Musaba. (Eko Hijrahyanto Erkasi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here