SD Musix Tutup Darul Arqam dengan Berbagi 1000 Paket Buka Puasa

0
38
Para pengguna Jalan A. Yani Surabaya menyerbu paket buka puasa yang di bagikan oleh para guru dan siswa-siswi SD Musix Surabaya. (Istimewa/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Kegiatan Darul Arqam SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya diakhiri dengan berbagi paket buka puasa. Mereka mengajak 1000 dhuafa untuk berbuka puasa bersama para siswa, Selasa (2/4/2024).

Darul Arqam ini dilaksanakan sejak Senin (25/3/2024) sampai Rabu (2/4/2024). Pelaksanaannya secara bergiliran berdasarkan golongan kelas. Kelas kecil terdiri kelas I dan II, kelas sedang meliputi kelas III dan IV, sedangkan kelompok besar terdiri dari kelas V dan VI.

“Kali ini kami membagikan 1000 lebih paket buka puasa berada di tiga titik,” ujar koordinator baksos Nurun Naharo MPdI.

Nur –sapaan Nurun Naharo– menjelaskan bahwa titik-titik pembagian paket buka puasa itu berada di Jalan A. Yani (dekan Jembatan Joyoboyo), Jalan Raya Tenggilis, dan di sekolah.

Kegiatan buka puasa di sekolah dilakukan oleh para siswa peserta Darul Arqam, guru, karyawan, dan kaum dhuafa yang berasal dari sekitar sekolah.

“Kami mengundang kaum dhuafa yang terdiri dari tukang becak, ojol, tambal ban, loper koran, dan lainnya,” tutur guru kelas 3 SD Musix itu.

Terkait pengumpulan dana baksos, panitia melibatkan para siswa, wali murid, dan guru. Nur juga menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan di bulan suci Ramadhan, tetapi secara rutin punya program khusus.

“Program rutin kami adalah celengan yang di kelola LazismuKid yang dititipkan di rumah para siswa. Kemudian setiap akhir bulan celengan dibedah hasilnya dikumpulkan untuk membantu anak-anak yatim dan yang membutuhkan,” bebernya.

Undangan Datang Lebih Awal

Sementara itu, undangan yang disampaikan kepada 1000 dhuafa sejatinya pukul 17.00. Tetapi pukul 16.00 sudah banyak yang menunggu di pintu gerbang.

“Maaf bapak, undangan pukul 17.00, masih belum bisa masuk,” sambut Imam Syafii, koordinator sekuriti, kepada salah seorang undangan yang menunjukkan kartu undangan. Setelah mendapat penjelasan, mereka tetap menunggu di depan pintu gerbang.

Tepat pukul 17.00, lapangan SD Musix telah dipasangi terpal untuk tepat berbuka bersama antara para dhuafa, siswa, guru, dan karyawan. Setelah halaman siap dan nasi kotak telah tertata rapi di atas terpal berwarna krem itu, para tamu dipersilakan masuk disusul para siswa peserta Darul Arqam berada di belakang tamu.

“Kami ucapkan selamat datang para tamu undangan di SD Musix,” sambut Munahar SHI MPd, Kepala Sekolah. Selanjutnya, dia berinteraksi dengan tamu undangan untuk menunggu waktu berbuka.

“Bapak-Ibu siapa yang usianya di atas 70 tahun, yang usianya paling tua akan saya beri hadiah!” serunya. Beberapa orang mengangkat tangan. Kemudian dia mendatangi salah seorang wanita tua yang duduk di barisan paling depan.

“Masyaallah, ibu sudang berapa usianya? tanya Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur itu.

“Saya tidak tahu, Nak” jawab wanita yang mengaku namanya Sumarni itu.

Lho, gak tau kok ngacung, bagaimana ceritanya, Ibu? tanyanya penasaran. Selanjutnya wanita yang mengenakan kebaya batik dan berbaju warna kuning itu berkisah bahwa ketika Jepang datang di Indonesia itu dia sudah lahir. Meskipun usianya sudah lanjut, dia menceritakan pengalamannya masih gamblang.

“Saya masih ingat ketika saya diajak mengungsi oleh ibu saya,” kisahnya.

“Baik, ibu mendapat hadiah dari saya, lumayan buat pijet!” seru Kepala SD Musix dua periode itu sambil menyerahkan dua lembar uang puluhan ribu baru.

Selanjutnya, dia menanyakan di antara para dhuafa yang rumahnya paling jauh. Ada tiga bapak-bapak yang angkat tangan. Mereka mengaku dari Lumajang, Jember, dan Ponorogo. Karena ketiga-tiganya berasal dari tempat yang jauh, ketiganya mendapat hadiah yang sama.

“Baiklah bapak ibu. Sebentar lagi azan Magrib akan segera dikumandangkan. Kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Semoga bapak-ibu yang hadir selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan keberkahan hidup,” katanya menutup acara.

Suara azan berkumandang, para undangan dan peserta Darul Arqam bersama-sama membaca doa berbuka puasa dipandu oleh Ilham Zaidan Ar Robbani siswa kelas V-C. Setelah mereka membatalkan puasa dengan menikmati takjil dan nasi kotak, para undangan dipersilakan meninggalkan tempat. Setiap tamu undangan mendapat uang saku untuk Lebaran.

(Basirun/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini