Sekolah Muhammadiyah Diharapkan Jadi Pelopor Ramah Anak

0
24
Workshop Anti Kerentanan Sosial terhadap Anak dan Perempuan pada sekolah Muhammadiyah yang diselenggarakan Majelis Kesejahteraan Sosial Aisyiyah Surabaya. (Yuda/Klikmu.co)

Surabaya, KLIKMU.CO – Workshop Anti Kerentanan Sosial terhadap Anak dan Perempuan pada sekolah Muhammadiyah dilaksanakan karena banyaknya kejadian perundungan atau bullying antarsiswa.

“Ada beberapa fenomena. Sekolah adakalanya menjadikan anak tidak tenang karena perundungan atau bullying dengan temannya sendiri. Jadi, kita sampaikan ke khalayak bahwasanya sekolah adalah sahabat anak atau rumah kedua yang seharusnya merasa nyaman tanpa ada bullying,” kata Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya Dikky Syadqomullah MHES.

Dikky menghadiri Workshop Anti Kerentanan Sosial terhadap Anak dan Perempuan yang dilaksanakan oleh Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabaya di Smamda Tower lantai 2 Jalan Pucang Anom 91 Surabaya, Selasa (11/6/2024).

Karena itu, Dikky berharap sekolah Muhammadiyah menjadi pelopor dan menjadi garda terdepan untuk menyampaikan sekolah ramah dan sahabat anak.

“Dengan friendship school atau sekolah persahabatan, anak-anak bisa menikmati bersekolah menggembirakan, mempunyai banyak teman yang menjanjikan senang berada di sekolah,” tuturnya.

“Dengan penuh kesadaran, setelah mengikuti kegiatan tersebut, mereka harus berkampanye atau berdakwah bagaimana menjadikan sekolah bersahabat. Sehingga tidak ada bullying. Mereka juga bisa menceritakan kepada keluarga bahwasanya yang diajarkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam rangka mencegah tindakan kekerasan di sekolah,” imbuhnya.

Dikky menambahkan, karena momentum bersamaan dengan akan dilaksanakan fortasi atau MOS, kegiatan tersebut dirasa perlu untuk menyampaikan kepada anak-anak supaya tidak ada kekerasan atau bullying.

“Jadi, anak-anak akan benar-benar merasa senang berada di sekolah, tidak ada lagi rasa intimidasi, memberatkan, sehingga sekolah akan menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MKS PDA Surabaya Zuhrotul Farida SAg menjelaskan, kegiatan pendampingan atau workshop yang dilaksanakan Majelis Kesejahteraan Sosial Aisyiyah Surabaya diikuti perwakilan siswa sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

“Dengan melaksanakan kegiatan pendampingan tersebut akan menghasilkan sekolah ramah anak atau sekolah bersahabat sehingga kerentanan di sekolah bisa ditekan,” terangnya.

Zuhrotul menambahkan, ke depan di sekolah-sekolah jangan sampai terjadi perundungan atau bullying yang akan meresahkan anak-anak. Sehingga akan terbentuk sekolah yang ramah dan bersahabat. Jadi, kegiatan ini adalah pendampingan bagi guru dan siswa yang menjadi duta yang akan kembali ke sekolahnya menjadi panutan bagi siswa lainnya.

“Kami berharap anak-anak luar biasa ini yang menjadi karakter bagi sekolah Muhammadiyah. Sebelum menggelar workshop ini telah disebarkan kuesioner kepada siswa SMP dan SMA serta telah bekerja sama dengan DP3APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana) untuk mengadakan event ini agar bisa mendampingi putra-putri sekolah Muhammadiyah se-Surabaya bersama guru pendamping di sekolah masing-masing,” kata Farida.

Sosialisasi Bijak Bermedsos dan Bahaya Narkotika

Salah satu narasumber, Ketua Dakwah Lembaga Komunitas (LDK) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Arifin SAg MAg, ketika ditemui usai memberikan paparan menjelaskan, dirinya sangat senang bisa memberikan sosialisasi di hadapan para kepala sekolah, guru, murid dan para orang tua murid terkait Marilah Bijaksana Menggunakan Media Sosial (Medsos) dan Bahaya Narkotika.

Arifin menjelaskan dalam paparan dengan menunjukkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. “Yang saya paparkan itu tadi bukan narasi atau cerita, tetapi semuanya merupakan fakta yang sangat berbahaya dalam bermedsos,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkotika yang sangat mengerikan. Sebab, narkoba itu ibarat lawan tanpa wajah.

“Karena kita tidak bisa melihat siapa bandar, siapa pengedar, siapa sindikat. Namun tiba-tiba dalam setiap jam anak-anak meninggal antara dua hingga tiga orang. Nah, kalau dalam sehari totalnya berapa orang yang meninggal karena narkoba?” ucapnya.

Salah satu narasumber Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Arifin MAg (tengah) ketika menyampaikan materi. (Yuda/Klikmu.co)

Menurut Arifin, angka kematian karena penyalahgunaan narkoba ini sangat tinggi dibanding dengan kematian, misalnya karena kecelakaan, karena teroris, atau kematian akibat apa pun. Namun, kematian akibat penyalahgunaan karena narkoba ini memang sangat tinggi.

Sementara terkait banyaknya aplikasi negatif seperti judi online, Arifin meminta para guru, orang tua dan anak-anak juga harus mewaspadai. Sebab, dampaknya sangat berbahaya. Bisa memicu kasus pembunuhan hingga kasus bunuh diri.

Kegiatan tersebut dihadiri para narasumber. Di antaranya Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Arifin MAg, Tim DP3AKB Surabaya Widji Lestari SPsi MPsi, serta Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES.

Hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya Hj Luluk Humaidah SPd, Ketua MKS PDA Surabaya Zuhrotul Farida SAg, perwakilan satu siswa dan satu pendamping/kepala sekolah dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

(Yuda/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini