Selamat Tinggal TV Analog, 2022 Semua Pindah Digital

0
285
Ilustrasi TV analog (kanan) dan digital (kiri). (Foto CIRT)

KLIKMU.CO – Pemerintah bakal menghentikan siaran TV analog atau analog switch off. Migrasi tahap pertama akan dimulai pada 17 Agustus 2021 mendatang. Targetnya, seluruh program ini selesai pada 2 November 2022.

Proses peralihan dimulai sejak sekarang. ASO mencakup lima tahap. Tahap satu, daerah layanan yang dimatikan siaran analognya dan mulai migrasi penuh ke digital adalah sebagian kabupaten dan kota di lima provinsi. Aceh meliputi Kab. Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Kepulauan Riau mencakup Kab. Bintan, Kab. Karimun, Kota Batam, Kota Tanjungpinang.

Lalu,Banten terdiri atas Kab. Serang , Kota Cilegon, dan Kota Serang. Kalimantan Timur ada Kab. Kutai Kertanegara, Kota Samarinda, dan Kota Bontang. Dan Kalimantan Utara meliputi Kab. Bulungan, Kota Tarakan, dan Kab. Nunukan.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M. Ramli, peralihan dari analog ke digital akan membuat masyarakat punya layanan televisi yang lebih berkualitas. Gambarnya juga lebih bagus dan jernih.

“ASO juga membantu pemerintah berhemat pada frekuensi 700 MHz. Sebab, selama ini masyarakat Indonesia menggunakan frekuensi yang sangat boros dengan metode analog. Nanti frekuensi yang tersisa karena peralihan ke siaran digital bisa digunakan untuk memperkuat jaringan pita lebar (broadband),” paparnya.

Hal itu bisa membuat akses jaringan internet lebih cepat dan canggih sehingga masyarakat bisa menikmati layanan telekomunikasi dengan kualitas servis yang jauh lebih bagus.

Sementara itu, menikmati siaran digital juga bisa menggunakan televisi yang dimiliki sebelumnya. Artinya, pemilik tak perlu mengganti perangkat yang belum mendukung digital. Tapi, cukup menambahkan perangkat set top box (STB). Harga STB juga terjangkau serta mudah merangkaikannya dengan televise.

Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo Geryantika Kurnia mengatakan, STB bisa dibeli dengan harga sekitar Rp150 ribu. STB adalah perangkat untuk menerima siaran digital yang bisa dihubungkan ke televisi.

Geryantikan menjelaskan, ASO nanti sama seperti siaran analog. Sebab, dari segi antena dan TV pun akan menyiarkan siaran yang sama.

Selain itu, dia menyebut ASO juga berhubungan pengeluaran 5G. Sebab, nantinya aktivitas menonton TV tidak perlu lagi menggunakan perangkat khusus, namun bisa dengan device lain sambil berjalan.

“Dengan 5G banyak kapasitas yang dilakukan, termasuk free to air tidak perlu lagi pakai paket data. Kita bisa nonton langsung dari sini. HP-nya bisa mungkin. TV-TV di rumah akan hilang mungkin,” kata Geryantika. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here