Sembilan Karakter Muhammadiyah untuk Hadapi Tantangan Global

0
190
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi memberikan sambutan secara daring pada acara Silaturrahim dan Musypimda II PDM Kabupaten Malang. (Nur/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Prof Dr Haedar Nashir MSi mengakui beberapa tantangan berat yang harus dilalui gerakan Muhammadiyah saat ini dan masa yang akan datang. Tantangan utama terletak pada perkembangan teknologi. Perkembangan itu akhirnya ikut memengaruhi gerak dinamika organisasi.

Hal demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu saat memberikan sambutan secara daring pada acara Silaturrahim dan Musypimda (Musyawarah Pimpinan Daerah) II Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, Ahad  (20/6/2021). Acara yang diadakan di Rayz UMM Hotel, Malang, tersebut sekaligus penyerahan perpanjangan surat keputusan (SK) kepengurusan hingga tahun 2022.

Haedar mengatakan, teknologi mengubah banyak hal. “Hal pertama yang penting terkait dengan media sosial. Itu juga memengaruhi dakwah Muhammadiyah. Medsos harus menjadi upaya wasilah pergerakan, memberi sinar umat dan bangsa secara universal. Kita tinggal memilih akan menjadi subjek atau objek. Salah memilih membuat fondasi gerakan menjadi rapuh,” terangnya.

Menurut Haedar, saat ini Muhammadiyah juga dihadapkan pada realitas paham keagamaan. Umat Islam berproses demokratis dalam merespons kehidupan. Maka, muncul banyak paham. Bahkan paham esktrem kanan dan ekstrem kiri. Semua itu bersentuhan di sana sini, termasuk di Muhammadiyah.

“Tantangan lain itu multikulturalisme. Misalnya, soal HAM, demokrasi, dan toleransi. Ini realitas kehidupan modern yang akan dihadapi Muhammadiyah. Dulu Barat belajar ke Islam. Sekarang sebaliknya. Tentu ada nilai yang sejalan dan tidak. Inilah realitas global,“ katanya.

Itu belum termasuk geopolitik yang cenderung ke Asia Timur. Kecenderungan ini tentu bermuatan ekonomi dan politik. Hal itu, jelas Haedar, membawa misi dan muatan pada budaya dan ekonomi bangsa Indonesia. Sekeras apapun berteriak, ekspansi tersebut tak mudah dicegah. Warga Muhammadiyah sebaiknya sadar akan hal ini pula.

Guru Besar Sosiologi UMY itu juga mengingatkan adanya dinamika internal di Muhammadiyah. Ini pekerjaan rumah agar warga dan pimpinan meneguhkan dan bertumpu pada nilai-nilai gerakan. Jika tidak, kata dia, gerakan ini akan terombang-ambing.

“Muhammadiyah yang kuat akan membuat kita punya daya tawar kuat. Muhammadiyah tidak mudah dipengaruhi. Sistem kita harus kuat. Agar orang-orangnya juga punya marwah dan disegani serta tak terombang-ambing oleh keadaan,” tegasnya.

Haedar kemudian mengingatkan kembali karakter bermuhammadiyah untuk menghadapi tantangan global. Pertama, berpaham Islam berkemajuan. Kedua, bermisi dakwah dan tajdid (pembaruan). Ketiga, berideologi moderat.

Lalu keempat, bersistem organisasi modern dan berjaringan luas. Kelima, beramal usaha yang berkeunggulan  dijiwai dengan amal. Keenam, berperan aktif memajukan umat dan bangsam.

“Ketujuh berwawasan kesemestaan, kedelapan berkatakter tidak berpolitik praktis, san kesembilan dapat menjadi teladan,” bebernya.

Para peserta Silaturrahim dan Musypimda II PDM Kabupaten Malang menyimak tausiyah yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Nur/KLIKMU.CO)

Kapitalisasi Jaringan

Dalam kesempatan itu, Ketua PWM Jawa Timur Dr Saad Ibrahim MA juga berpesan agar Muhammadiyah memperkuat kapitalisasi jaringan. Caranya, memperkuat gerakan amal usaha. Bisa dilakukan dengan profit oriented. Semua dilakukan untuk membangun gerakan yang lebih mandiri dan berkemajuan. Misalnya, PDM Lamongan, Lumajang dan Bojonegoro yang punya SPBU untuk menopang gerakan Muhammadiyah.

Ketua PDM Kabupaten Malang Dr Mursidi MM juga mengungkapkan bahwa organisasi ini harus tetap dibangun dengan modal sosial, yakni amanah dan kerja ikhlas. Tanpa itu semua, mengurus gerakan Muhammadiyah akan terasa berat. Organisasi Muhammadiyah dibangun dan dikembangkan dengan semangat kerja ikhlas dan amanah itu. Maka, sampai sekarang tetap eksis. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here