Serunya Praktik Produksi Tempe di Madiun, Siswa Kaget Harganya kok Murah Sekali

0
63

Madiun, KLIKMU.CO – Sejumlah 75 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 20 Surabaya melakukan kegiatan outdoor di Madiun selama beberapa hari. Salah satu keseruan agenda belajar mereka adalah praktik membuat tempe dengan cara dan alat sederhana, Rabu (16/11/2022).

Sebelum praktik membuat tempe, Supi sang pemilik usaha tempe terlebih dahulu menjelaskan proses pembuatan tempe mulai persiapan hingga tempe siap dipasarkan.

“Pertama-tama rebus dulu kedelainya, kemudian dipisahkan kulitnya dengan cara digiling dan dilimbang. Setelah kedelai sudah bersih terpisah, kemudian direndam selama semalam” jelas perempuan paro baya tersebut.

“Esoknya kedelai direbus kembali, lalu ditiriskan hingga dingin. Kemudian diberi ragi dan dibungkus pakai daun pisang,” lanjut dia.

Supi kembali menjelaskan, untuk bisa dimasak atau dipasarkan, tempe yang telah dibungkus tadi harus disimpan dulu selama dua hari.

Tiba-tiba seorang siswa nyeletuk bertanya. “Tempenya ini kalau dijual harganya berapa Bu?” tanya Ardha salah satu murid kelas 5. “Lima ribu dapat tiga Nduk,” jawab si ibu dengan polos.

“Hah, murah banget, apa gak rugi Bu?” respons spontan dari beberapa anak setelah mendengar jawaban Supi.

“Di desa kalau jual mahal ya ndak laku Nduk, memang segitu harga tempe di desa,” jelas lebih lanjut.

Setelah mendapatkan penjelasan detail tentang proses pembuatan tempe, para murid dibagi menjadi dua kelompok.

Murid perempuan praktik membungkus tempe yang sudah disiapkan sebelumnya, sementara murid laki-laki praktik menggiling dan melimbang kedelai menggunakan mesin tradisional yang dikayuh seperti becak.

“Lucu ya alatnya mirip kayak becak. Seru pas pancal tadi, tapi kakiku capek,” komentar Aqilah yang kebetulan mendapatkan giliran pertama.

Setelah semua murid mendapatkan gilirannya, mereka pun berganti posisi. Murid laki-laki praktik membungkus tempe dan murid perempuan praktek menggiling dan melimbang kedelai.

Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan dan nampak senang dengan adanya pengalaman baru yang mereka anggap unik ini. Sebelum berpamitan pulang bu Supi membagi tempe kepada seluruh siswa. Tiap anak mendapat bagian tiga dari tempe yang mereka buat bersama.

“Melalui kegiatan harapannya para murid tidak hanya sekedar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, namun juga terinspirasi untuk mengembangkan usaha di masa depan. Atau mungkin kelak memiliki gagasan untuk mengangkat usaha-usaha kecil tradisional supaya bisa bersaing lebih luas dan bahkan mendunia,” harap salah satu guru kelas 5. (Tahar/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini