Sharing Time, Pengkaderan Asik ala IMM di Tengah Situasi Darurat

0
124
Foto diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO – Pengkaderan di organisasi Kemuhammadiyahan terus berjalan meski di tengah situasi darurat, pandemi Covid-19. Apalagi, support dari para seniornya begitu kuat, sehingga diharapkan kaum muda Muhammadiyah itu bisa bertransformasi menjadi kader yang berkualitas, dan dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara, terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Kaderisasi yang terus berjalan itu ditunjukkan oleh Ortom Muhammadiyah, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FAI UM Surabaya. Karena masih situasi darurat, mereka pun berkreasi membuat acara pengkaderan supaya tetap asik.

Akhirnya, digelarlah sebuah acara Sharing Time Kader IMM secara virtual, Rabu (14/7/2021) malam. Forum tersebut mengangkat tema “Kaderisasi atau Baperisasi: Pengkaderan Asik dalam Situasi Darurat.” Tema ini diangkat karena problem semacam ini sering ditemui dan terjadi dalam dinamika sebuah organisasi.

Sharing Time kali ini menghadirkan seorang pemateri yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah PCPM Pakal, Didik Hermawan. Kiprah Didik ini menjadi bukti bahwa masih kuatnya support senior dalam melakukan pengkaderan. Ia masih aktif melakukan pendampingan kepada para kadernya di IMM. Apalagi, kegiatan itu juga diikuti oleh semua kader IMM Komisariat FAI Um Surabaya.

Pada kesempatan itu, Didik menjelaskan bahwa kader Muhammadiyah, terutama kader IMM harus memiliki spirit dan semangat, terutama dalam mencari ilmu agama. Sebab, sebagai kader Muhammadiyah maupun kader IMM dituntut untuk menciptakan warna dan nilai-nilai keislaman dalam masyarakat.
“Dalam merawat ikatan, tidak boleh mengedepankan ego. Tidak konsistennya kita dalam berorganisasi, bisa juga karena terlalu membawa masalah pribadi ke dalam organisasinya, yang mana bisa mengganggu jalannya roda pergerakan di organisasi tersebut dan bahkan bisa berimbas kepada semuanya,” kata Didik kepada kader-kadernya.

Menurut Didik, meskipun ortom di Muhammadiyah begitu banyak dan berbeda-beda, namun ia meminta kepada kadernya untuk selalu berkolaborasi dan bersinergi. “Jika terjadi kesalahan di ortom, maka kita harusnya bertabayyun masing-masing,” kata dia.

Didik juga membagikan tips supaya selalu istiqomah dalam berorganisasi di Muhammadiyah, yaitu semua proses yang dilakukan selalu diniatkan ladang dakwah, beramar ma’ruf nahi mungkar. Artinya, semua proses itu akan menjadi wadah untuk selalu berbuat baik.

“Tidak perlu menoleh ke kanan dan ke kiri, lurus saja sekiranya benar dan tidak menyalahi untuk berbuat baik. Innafii Harokati barokatin, yang artinya sesungguhnya setiap gerakan ada barokahnya. Itu yang harus selalu kita pegang,” pungkasnya. (RF)

Berita sebelumyaVaksin Berbayar Ingkari Amanat Konstitusi
Berita berikutnyaWapres Ajak Ulama dan Tokoh Agama Dukung PPKM Darurat
Ferry Yudi AS. Asli arek Suroboyo, gemar berpetualang dan mencari hal hal yang baru dan penuh tantangan. Pria yang suka makan sate dan gule ini selain menjadi Wapemred KLIKMU CO- juga sebagai Ketua Majelis pelayanan sosial Muhammadiyah Surabaya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Ranting Muhammadiyah Jajartunggal, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Direktur KLIK JODOH MU dan juga Founder sekaligus Owner dari MUST B TRAINING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here