Siap Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

0
79
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal

Oleh: Grace Dwiana Novitasari SSos MPd

Guru Sosiologi SMA Muhammadiyah 3 Surabaya

KLIKMU.CO

Indonesia siaga menghadapi varian-varian baru yang nantinya akan berimbas ke negara ini. Pemikiran positif, emosi yang bisa dikendalikan dan meningkatkan spiritualitas akan membantu mempertahankan antibodi yang ada pada tubuh kita. Senantiasa mengendepankan adanya rasa aman, nyaman dan mempertahankan imun di dalam tubuh masyarakat.

Berita-berita yang ada di media sosial mengenai pemberlakuan PPKM level 3 serasa menimbulkan keengganan bagi masyarakat. Masyarakat terpicu akan tanggapan-tanggapan yang meluncur saja dari pendapat orang lain. Hal ini justru akan menimbulkan suara prasangka yang akan menurunkan kestabilan tubuh. Masyarakat tidak perlu panik terhadap berita-berita yang ada. Selayaknya perlu masyarakat membaca secara seksama dan total mengenai gambaran berita yang ada di media sosial mereka. Tidak perlu kebakaran jenggot dengan isu-isu yang ada dan belum tentu pasti kebenarannya.

Janganlah membaca berita dengan setengah-setengah, akantetapi penjelasan yang ada perlu di pahami latar belakangnya. Berita PPKM level 3 ini dengan adanya penghapusan cuti bersama terlebih dahulu berlaku bagi ASN di cuti Natal dan Tahun baru 2022. Pemerintah akan kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama periode 22 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Kebijakan PPKM level 3 yang akan diterapkan menjelang akhir tahun  sedikit berbeda dengan kebijakan PPKM level 3 yang diterapkan saat ini. Aturan ini diharapkan bisa membatasi mobilitas pergerakan dan juga mencegah munculnya kerumunan di libur akhir tahun.

Perubahan ini tentunya akan mempengaruhi pola perilaku masyarakat akan berlangsungnya peraturan-peraturan PPKM level 3 ini. Peraturan yang di terapkan akan berdampak lagi pada pihak-pihak yang berkepentingan. Adanya penyekatan, warung yang menjual dagangannya di batasi, melarang pesta tahun baru, pesta kembang api dan pawai pada saat malam tahun baru mendatang. Masyarakat di himbau agar tidak keluar rumah kecuali ada hal yang penting untuk di lakukan. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah kerumunan masyarakat yang berpotensi memicu penularan Covid-19.

Vaksin-vaksin telah beredar dan masyarakat pun bisa untuk menikmatinya dan bebas untuk memilih jenis yang sesuai dengan antibodi mereka. Vaksin ini kemungkinan bisa bermutasi di dalam tubuh masyarakat agar daya tahan tubuh masyarakat bisa mengatasi virus varian baru yang nantinya akan muncul. Pemerintah telah memperketat aturan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi umum minimal sudah harus menerima vaksin dosis pertama.

Perlunya pendekatan yang dilakukan untuk menepis kekawatiran masyarakat agar mereka tidak melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah di terapkan. Pembinaan, membaca peraturan dengan seksama, penyampaian berita dan penyuluhan bisa menjadi alternatif yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti kepala adat, tokoh masyarakat terkemuka, organisasi remaja, RT/RW, dan komunitas-komunitas yang aktif berperan dalam kegiatan masyarakat. Kearifan lokal inilah yang nantinya akan cukup membantu pemerintah dalam mengatasi kekawatiran di masyarakat yang nantinya akan diterapkan PPKM level 3.

Keunggulan kearifan lokal ini menjadi cerminan cara hidup suatu masyarakat dari bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat  dan warisan dari orang terdahulu. Solusi inilah yang bisa di ambil dalam penanganan dan mengintegrasikan masyarakat agar mampu mengantisipasi perubahan perilaku yang nantinya muncul pada potensi gelombang 3 Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here