Sigap! Aksi Tagana di Tengah Kepanikan Gempa dan Tsunami Megathrust

0
303
Foto diambil dari dokumen Kemensos RI

KLIKMU CO- PACITAN (12/09/2021) Kepanikan melanda Pacitan. Raungan sirene menggema di penjuru wilayah. Hanya dalam hitungan detik, masyarakat tumpah ruah ke jalanan menyelamatkan diri. Mulai bocah hingga lansia, semua berlomba menuju dataran yang lebih tinggi.

Kepanikan disebabkan guncangan keras dari gempa megathrust yang timbul karena tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Fenomena tektonik ini berkekuatan 8 skala richter dengan epicenter 300 kilometer Tenggara Pacitan dan kedalaman 19 kilometer. Selang beberapa saat, gelombang pasang 20 meter menyapu daratan, didahului surutnya air laut.

Di tengah kondisi mencekam, sekelompok orang berseragam biru sibuk mengatur massa dan mengarahkan mereka ke titik evakuasi yang telah ditentukan. Beberapa dari mereka menuntun lansia dan disabilitas yang tertatih. Mereka adalah Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang sigap membantu masyarakat menuju lokasi evakuasi sementara.

Proses evakuasi merupakan bagian dari skenario simulasi evakuasi mandiri masyarakat di Kabupaten Pacitan sebagai upaya menyiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami akibat gempa megathrust. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Pelabuhan TPI Tamperan, Kabupaten Pacitan, Sabtu (11/09/2021 ).

Menteri Sosial Tri Rismaharini yang juga ikut serta dalam simulasi evakuasi mandiri tersebut menyampaikan pesan khusus untuk TAGANA di Kabupaten Pacitan.

Q

“Pastikan kalian membuat simulasi lebih detil kemana masyarakat harus menyelamatkan diri. Perhitungkan yang mengungsi adalah lanjut usia dengan waktu hanya sekitar 20 menit,” kata Mensos.

Pelatihan dan simulasi evakuasi bencana merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh relawan TAGANA.

“Tujuan pelatihan rutin guna membentuk mereka menjadi tenaga sukarelawan yang siap dalam penanganan bencana baik pada pra saat maupun pasca bencana. relawan TAGANA juga diberikan materi terkait kebijakan Kemensos dalam rangka pengurangan risiko bencana,” ujar Koordinator Tagana Provinsi Jatim Twi Adi beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, wilayah Kabupaten Pacitan berdasarkan penelitian BMKG termasuk dalam zona merah dikarenakan lokasinya dekat dengan teluk yang mengumpulkan tenaga gelombang tinggi dan relatif dekat dengan letak episentrum gempa.

*Biro Hubungan Masyarakat*
*Kementerian Sosial RI*

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website : https://kemensos.go.id/
Facebook: Kementerian Sosial RI
IG: @kemensosri
Twitter: @kemensosri
TikTok: @kemensosri
Youtube: Kemensos

Berita sebelumyaMusyran Serentak PCPM Krembangan, Ini Hasilnya
Berita berikutnyaLazismu-IPM Balen Berbagi Program Rutin Simpuh
Ferry Yudi AS. Asli arek Suroboyo, gemar berpetualang dan mencari hal hal yang baru dan penuh tantangan. Pria yang suka makan sate dan gule ini selain menjadi Wapemred KLIKMU CO- juga sebagai Ketua Majelis pelayanan sosial Muhammadiyah Surabaya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Ranting Muhammadiyah Jajartunggal, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Direktur KLIK JODOH MU dan juga Founder sekaligus Owner dari MUST B TRAINING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here