Siswa-Siswi dan GTK Berhamburan Turun dari Lantai 2

0
48
Perwakilan BPBD Kota Surabaya bersama siswa-siswi melakukan simulasi saat terjadi bencana alam gempa bumi. (Diah Kontributor KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Siap untuk selamat adalah jargon kegiatan Simulasi Tanggap Bencana yang diikuti oleh 505 siswa, 60 guru dan tenaga pendidikan. Simulasi ini dilaksanakan pada Kamis (19/01) di Aula Gedung Lantai 2, Gedung SD Muhammadiyah 26 Surabaya untuk meningkatkan kesiagaan terhadap bencana di lingkungan M26. Simulasi ini diikuti oleh seluruh warga sekolah yang berada di lingkungan SD Muhammadiyah 26 Surabaya yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Simulasi ini diawali dengan pemberian materi tentang simulasi penanganan bencana yang mungkin terjadi di wilayah Surabaya karena mengingat daerah secara geografis berada di bawah dua patahan bumi yaitu patahan Kendeng dan Patahan Rembang. Dua patahan ini diperkirakan masih aktif sehingga suatu saat besar kemungkinan bisa terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar di Surabaya.

Surabaya yang merupakan daerah rawan becana tinggi. Melalui simulasi tersebut, disampaikan juga tindakan yang harus dilakukan pertama kali oleh seluruh warga SD Muhammadiyah 26 Surabaya jika terjadi gempa bumi seperti perlindungan awal gempa dan penyelamatan korban saat terjadi bencana. Serta disampaikan mengenai pertolongan pertama ada korban gempa dan tindakan pertama jika terjadi gempa.

Samsul perwakilan BPBD Kota Surabaya mengatakan “Kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana untuk pelajar. Gunanya untuk membangun kesadaran anak sekolah akan adanya ancaman bencana alam. Jadi saat gempa bumi tidak panik lagi dan tau harus berbuat apa. Seperti berlindung dibawah meja didalam gedung. Kegiatan ini mendapat respon positif dari seluruh warga sekolah di lingkungan SD Muhammadiyah 26 Surabaya agar meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap lingkungan sekitar dan dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana alam.

Melalui kegiatan semacam inilah, diharapkan seluruh warga sekolah dapat bertindak dengan cepat dan tepat sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan oleh narasumber dari BPBD Kota Surabaya, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dengan baik. tutup Samsul. (Diah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini