Sudah 784 Jenazah Dilayani Relawan MCCC Surabaya, Termasuk Kristen

0
483
Relawan MCCC Kota Surabaya usai melayani jenazah korban Covid-19. (Andi Hariyadi/KLIKMU.CO)

LIKMU.CO – Di tengah kesibukan momen hari Raya Idul Adha 1442 H dan tingginya persebaran Covid-19 di masa PPKM darurat, Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Surabaya terus memberikan layanan meski dengan segala keterbatasan.

Misalnya, membantu masyarakat yang membutuhkan ambulans dan pemulasaraan jenazah dengan penyakit Covid maupun non-Covid. Juga bantuan permakaman warga bagi yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Demikian disampaikan Ketua MCCC Surabaya Arif An.

Ia menambahkan, sejak 29 Juni hingga 19 Juli 2021, para relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 MCCC Surabaya bersama para modin telah melayani sejumlah 784 jenazah di Krematorium Keputih Surabaya.

“Relawan MCCC mengambil sif  ketika para modin yang ada tidak mampu bekerja, yaitu di sif 2 bertugas pada pukul 14.00-22.00. di situ ada Dawud, Amar, Faruqi, Dedy, dan lainnya. Dilanjutkan sif 3 ada Vredy, Hisam, Rozi, Ustman, Ibnu, Maldani, Ruhama, dan lainnya,” sahut Andi Hariyadi, sekretaris MCCC Kota Surabaya, Selasa (20/7/2021).

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surabaya Achmad Rosyidi yang diberi amanah bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Surabaya untuk mengatur layanan ambulans  menyampaikan, pihaknya melakukan sinergi untuk penyiapan ambulans. Baik dari Lazismu Surabaya ataupun Amal Usaha Muhammadiyah yang ada di cabang. Mengingat, kebutuhan ambulans saat PPKM darurat ini  sangat tinggi baik untuk mengantarkan jenazah ataupun orang sakit, baik dalam kota hingga ke luar kota.

“Sementara ini ada 4 mobil ambulans dengan driver yang terdiri atas Fatchur, Nuryanto, Hakim, Dendy, Halim, Mas Indra. Setiap hari armada ambulans begitu padat melayani,” ucapnya.

Fatchur menambahkan, dirinya pernah mengantarkan jenazah dari Krematorium Keputih yang sudah lebih dari 2 hari ke luar kota. Karena keterbatasan tenaga dan armada dan pernah melayani sehari 6 jenazah, termasuk jenazah umat Kristen.

Begitu pula Hakim, yang terus bergerak meski malam takbiran bersahutan di tengah perjalanan menuju ke pemakaman di Wiyung Surabaya.  Itulah sedikit pengalaman para driver Muhammadiyah.

“Semoga perjuangan dan pengorbanan ini semoga menjadi bagian ibadah kita kepada Allah SWT,” kata Andi Hariyadi. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here