Tebar Rahmat Kasih Sayang di Tahun 2021

0
279
Kompas.com

Oleh H.M. Sun’an Miskan Lc

Ketua PWM DKI Jakarta

KLIKMU.CO

Kita telah memasuki tahun 2021. Layak kita merenungi firman Allah SWT dalam surahYunus 5:

 

هو الذي جعل الشمس ضياء والقمر نورا وقدره منازل لتعلموا عدد السنين والحساب ما خلق الله ذلك الا بالحق يفصل الايت لقوم يعلمون

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu melihat bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang melihat.

Ayat di atas menjelaskan bahwa diciptakan matahari sebagai sumber cahaya, sumber energi, dan bulan sebagai pemantul cahaya. Keduanya berjalan pada garis lingkar perjalanannya yang 360 °, agar manusia dapat menyusun kalender baik Syamsiyyah /Miladiyah dan tahun Qamariyah/Hijriyah.

Perjalanan matahari sejak 1 Januari 1 Syamsiyah/Miladiyah sudah 2020 tahun. Atau sudah 4.000 tahun  sejak ditemukan air zamzam. Air zamzam menurut Syekh Dr Kisik MA, putra penjaga air zamzam yang terakhir, penyeteril dan yang mempipanisasinya adalah ditemukan pada tahun 1910 sebelum masehi.

Adapun perjalanan bulan Qomariyah/Hijriyah sejak  Umar bin Khathab ra menetapkannya  pada 11 hijrah sudah berjalan 1441 tahun lebih.

Dalam rentang waktu tersebut nalar burhani, akal cerdas manusia telah melakukan perubahan, menuju ke kemajuan. Untuk kemajuan lahir wujud gedung pencakar langit dan manusia telah menginjakkan kakinya di bulan. Kebudayaan  non-lahiriyah yaitu ilmu pengetahuan dan ilmu terapannya berupa teknologi industri, sudah mengarah ke industri 4.0.

Tulisan berupa surat dan gambar serta suara semula dikirim dengan jalan kaki, dibutuhkan waktu berbulan-bulan, kemudian dengan bendi, kemudian dengan kereta api dalam hitungan jam, kemudian dengan telepon dan radio. Kini lewat serat optik dapat dikirim dengan sinar. Dan dengan sarana komputer berbasis internet, menjadi serbadigital, dan dengan medsos, berupa SMS, WhatsApp (WA), Facebook, Unstagram, Youtobe, Twitter, video, dan lain-lain. Sampailah semua informasi itu dalam fast respons, respons cepat, kini dan di sini. Dunia terasa dilipat atau kampung kecil saja.

Ke depan, di tahun 2021 dengan mengembangkan nalar burhani, dengan iptek kita terus berkemajuan, kita topang dengan nalar bayani, yaitu teks Al-Quran dan as sunnah al maqbuulah, seperangkat qaidah ushuliyyah, kita kuatkan basis basis akarnya, kokoh kuat menghunjam, kita rasakan dengan nalar ihsani, akhlak mulia, kita utamakan kemaslahatan ummat, bangsa, dan kemanusiaan.

Kita  tebar tahun 2021 ke depan dengan misi kenabian, kita tebar rahmat kasih sayang. Kita jauhkan di 2021 dengan sibuk tebar laknat apalagi mengkafirkan sesama muslim.

Sebagaimana misi Rasulullah saw yang dijelaskannya dalam Firman-Nya al Ambiya 107:

 

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ – ١٠٧

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

 

Dan dalam Sabda Rasulullah saw:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ قَالَ : إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا ، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً

Artinya:

Dari Abu Hurairah betkata: Dikatakan: Wahai Rasulullah doakanlah kaum musyrikin itu (untuk dapat laknat). Beliau lalu bersabda; sesungguhnya aku bukan diutus untuk melaknat. Akan tetapi aku diutus untuk memberi rahmat (HR Muslim).

 

Nasrun minallah wa fathun qoriib wa basyiril mukminin

 

Malang, 31 Desembet 2020 pukul 23.15 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here