Tebuireng Juga Minta Kamus Sejarah Indonesia Ditarik

0
119
Foto KH Hasyim Asy'ari (Istimewa)

KLIKMU.CO“Kamus Sejarah Indonesia tidak dapat digunakan sebagai pedoman sejarah di Indonesia.” Demikian salah satu sikap yang disampaikan Pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (20/4/2021).

Hal itu merepsons beredarnya softcopy Kamus Sejarah Indonesia Jilid I (Nation Formation) dan Jilid II (Nation Building) yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Humas Pesantren Tebuireng Nur Hidayat mengatakan, naskah tersebut sama sekali tidak layak dijadikan rujukan bagi praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia. Sebab, banyak berisi materi dan framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama (NU), terutama peran Hadlratus Syaikh KH Mohammad Hasyim Asy’ari.

“Di antara framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama adalah tidak adanya lema KH. Hasyim Asy’ari dalam Jilid I dan Jilid II Kamus Sejarah Indonesia,” ujarnya.

Jika dicermati lebih dalam, lanjut dia, narasi yang dibangun dalam kedua jilid Kamus Sejarah Indonesia tersebut tidak sesuai dengan kenyataan sejarah. Sebab, cenderung mengunggulkan organisasi tertentu dan mendiskreditkan organisasi yang lain.

“Hal ini menunjukkan bahwa naskah tersebut tidak layak menjadi rujukan para praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia,” katanya.  Di luar itu, banyak kelemahan substansial dan redaksional yang harus dikoreksi dari konten Kamus Sejarah Indonesia.

Nur Hidayat menambahkan, sejarah sebuah bangsa sangat penting untuk membangun peradaban di masa yang akan datang. Tidak ada satu bangsa yang menjadi besar tanpa memahami dan mempelajari sejarah leluhurnya.

Karena itu, tegas dia, penulisan sejarah yang jujur merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa.

“Berkenaan dengan hal-hal tersebut, Pesantren Tebuireng Jombang menuntut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menarik kembali naskah tersebut dan meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas kecerobohan dan kelalaian dalam penulisan kamus sejarah tersebut,” tandasnya. (AS)

Berikut tautan dua buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I (Nation Formation)

Kamus Sejarah Indonesia Jilid II Nation Building (1951-1998) by Budi Harjo Sayoga, Dirga Fawakih, Isak Purba, Martina Safitry, Raisye Soleh Haghia (z-lib.org)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here