Tiga Teologi yang Wajib Dipedomani Warga Muhammadiyah

0
403
Yandi Heryandi MPd saat mengisi Pengajian Sabtuan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kejaksan Kota Cirebon. (Ahyaruddin/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Teologi terdiri atas dua akar kata, teo dan logos. Teo merupakan hal-hal yang berkaitan tentang Tuhan. Adapun logos adalah keilmuannya.

Warga Muhammadiyah mesti memiliki kepribadian islami dan berpikir komprehensif. Memahami teks-teks Al-Quran dan Al-Hadits harus dibarengi dengan konteksnya.

Demikian disampaikan Yandi Heryandi MPd dalam Pengajian Sabtuan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kejaksan Kota Cirebon di SDM 3 Jalan Siliwangi, Sabtu (18/6/2022).

“Setiap warga Muhammadiyah senantiasa berpikir secara burhani, bayani, dan irfani yang mencerminkan cara berpikir yang Islami yang dapat membuahkan karya-karya pemikiran maupun amaliah yang mencerminkan keterpaduan antara orientasi habluminallah dan habluminannas serta maslahat bagi kehidupan umat manusia,” ujarnya.

Yandi menjelaskan, bayani adalah metode berpikir yang berlandaskan kitab suci (Al-Qur’an), sedangkan burhani adalah metode berpikir yang berdasarkan runtutan nalar logika. Sementara, irfani adalah metode berpikir yang berlandaskan pendekatan dan pengalaman langsung atas realitas spiritual keagamaan.

Yandi menerangkan, terkadang shalat yang kita kerjakan seperti hanya sebatas bersangkut paut dengan hukum-hukum tentang syarat, rukun, sah, dan batalnya saja.

“Kehidupan beragama hadir tanpa spiritualitas karena hanya berisi pengulangan tanpa penghayatan mendalam atas ajaran-ajaran Islam sehingga tidak menyentuh kedalam kalbu,” tegas Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Cirebon itu.

Lebih lanjut, Yandi mengatakan, dalam menjalankan agama, jangan sampai didasarkan atas suatu konstruksi pemikiran yang sempit, melainkan harus diisi dengan nilai-nilai agama yang universal dan merespons tantangan terkini.

Masih kata Yandi, ada tiga teologi Muhammadiyah yang wajib dipedomani warga Muhammadiyah.

“Tiga teologi Muhammadiyah adalah Teologi al-Ashri tentang waktu, Teologi al-Ma’un tentang kesetiakawanan sosial, dan Teologi al-Insyiroh tentang optimisme dalam menjalani hidup,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris PCM Kejaksan Kota Cirebon Sumaryono, SE menuturkan, kegiatan pengajian kini dilaksanakan setiap hari Sabtu, bukan lagi bulanan.

“Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap hari Sabtu. Oleh karenanya disebut dengan Pengajian Sabtuan PCM Kejaksan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Ahyaruddin/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here