UMM Dampingi Pengembangan Desa Wisata di Lembah Bidadari

0
93
Tim UMM mendampingi perancangan desa wisata di Lembah Bidadari, Desa Pandanrejo, Kecamatan Pagak, Malang. (Wildan/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melakukan pendampingan dan pengembangan desa wisata di Malang. Kegiatan ini berangkat dari kerjasama yang dilakukan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) dengan PT. Astra Internasional Tbk.

Adapun tim dari UMM ini adalah Drs. Wiyono, MM., Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos., M.Si., dan Muhammad Afif Setiawan. ST. Mereka akan mendampingi perancangan desa wisata di Lembah Bidadari, Desa Pandanrejo, Kecamatan Pagak, Malang sepanjang tahun 2020-2022.

Koordinator Tim UMM, Wiyono, mengatakan tidak ingin rentetan program ini hanya besar di media dan dokumen saja. Ia ingin bergerak layaknya operasi senyap yang berjalan dengan tujuan juara dalam 3-4 tahun ke depan. “Bahkan, kami juga ingin nanti desa ini bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada UMM,” kata Wiyono.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu program yang sudah dilaksanakan di desa tersebut adalah kompetisi masak makanan khas desa pada April lalu. Kompetisi makanan khas ini bukan bertujuan untuk mencari pemenang, tapi menemukan makanan khas dari desa wisata ini.

“Ketika sudah ada, makanan itu nantinya akan menjadi makanan khas yang menjadi identitas dari desa wisata yang sama-sama kita bangun ini,” tutur dosen Manajemen UMM ini.

Sementara itu, Afif Setiawan, staf DPPM juga mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari program besar yang dicanangkan, yakni mendampingi desa binaan dengan mengembangkan kewirausahaan dan potensi desa wisata. Mereka melihat bahwa Desa Pandanrejo memiliki potensi, salah satunya adalah banyaknya makanan khas. “Yang paling utama makanan yang berbahan dasar pandan,” kata Afif.

Oleh karena itu, ia bersama dengan Astra, DPPM juga telah menyiapkan agenda yang mampu menunjang pengembangan ini. Beberapa di antaranya adalah penguatan kewirausahaan untuk Bumdes, penggalian potensi desa wisata, branding, pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

“Tentunya dalam pengembangan UMKM kami memberikan alat yang lebih modern dan memudahkan dalam produksi produk kedepannya,” ungkap Afif.

Ia juga mengakui bahwa pihak sempat terhalang akses jalan yang susah dan fasilitas yang kurang memadai, tim DPPM UMM masih bisa memberikan usaha yang maksimal. Menurut Afif, perencanaan-perencanaan yang sudah dicanangkan juga berjalan dengan baik.

Terakhir, ia berharap desa wisata Pandanrejo dapat terus berkembang lebih baik serta mampu bersaing dengan desa wisata lainnya. Khususnya dalam pengembangan potensi makanan yang akan menjadi ikon dan identitas desa tersebut. (Wildan/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here